Kabarminang – Sejumlah atlet dan pelatih Kabupaten Sijunjung yang mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 mengeluhkan belum adanya kejelasan penggantian biaya yang mereka keluarkan menggunakan uang pribadi selama pertandingan. Mereka juga mempertanyakan realisasi hadiah bagi peraih medali dan bonus yang dijanjikan.
Keluhan tersebut disampaikan atlet yang meraih medali maupun yang tidak. Meski rangkaian Porprov telah selesai, mereka mengaku masih menunggu kepastian pembayaran biaya yang telah dikeluarkan selama mengikuti kompetisi.
Salah seorang atlet peraih medali emas asal Kabupaten Sijunjung, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengatakan uang pribadinya yang digunakan selama mengikuti Porprov hingga kini belum diganti.
Ia mengaku kecewa karena belum memperoleh kepastian mengenai penggantian biaya tersebut. Menurutnya, persoalan serupa juga dialami atlet dan pelatih lain yang terpaksa menggunakan uang pribadi untuk memenuhi kebutuhan selama pertandingan.
“Sampai sekarang saya masih berharap uang pribadi yang katanya akan diganti itu dibayarkan. Kami sudah berjuang membawa nama daerah, tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” ungkapnya kepada Sumbarkita, Minggu (18/10/2026).
Selain persoalan penggantian biaya, atlet tersebut juga mengkritik perhatian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sijunjung terhadap kondisi atlet selama pelaksanaan Porprov.
Menurut dia, perhatian yang diberikan dinilai belum sebanding dengan perjuangan atlet, terutama ketika mereka mengalami cedera atau sakit akibat pertandingan.
Ia menilai kehadiran pihak KONI lebih terlihat dalam kegiatan dokumentasi, seperti berfoto bersama atlet, dibandingkan memastikan kondisi atlet yang mengalami cedera atau sakit.


















