Sumbarkita — Rezi (45), pedagang ayam potong asal Kelurahan Ampang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, tetap berjuang mempertahankan usahanya di tengah penurunan penjualan. Di balik kesibukannya memasok ayam ke rumah makan dan mengelola dua tempat usaha, ia juga berusaha merawat istri yang sakit serta membantu memenuhi kebutuhan orang tuanya.
Rezi mengatakan bahwa ia mulai mengenal usaha ayam potong ketika berusia 24 tahun. Saat itu ia bekerja sebagai tukang potong ayam selama sekitar dua tahun sebelum memutuskan membuka usaha sendiri dengan modal awal sekitar Rp5 juta.
“Selama bekerja di tempat sebelumnya, saya mendapatkan pengalaman dan ilmu tentang berdagang ayam potong ini,” kata Rezi kepada Sumbarkita pada Jumat (16/10/2026).
Pada awal merintis usaha, Rezi berjualan dari rumah dan melayani warga sekitar. Namun, jumlah pembeli belum cukup untuk mengembangkan usahanya. Ia kemudian menghubungi kenalan yang memiliki rumah makan dan menawarkan diri menjadi pemasok ayam potong.
Meski beberapa orang menolak tawarannya, dua rumah makan akhirnya bersedia menjadi pelanggan, masing-masing memesan 10 kilogram ayam setiap hari.
“Perlahan-lahan usaha yang saya tekuni ini berkembang hingga punya 15 pelanggan tetap dari rumah makan, dengan rata-rata hampir 200 kilogram habis setiap hari,” ujar Rezi.
Ketika usahanya mulai berkembang, pandemi Covid-19 menjadi ujian besar. Pada Juni 2020, sejumlah pelanggan memutuskan kerja sama karena usaha mereka tutup. Pada waktu bersamaan Rezi demam dan dinyatakan positif Covid-19 sehingga harus menjalani karantina selama sepuluh hari.
“Usaha saya berhenti total selama 10 hari tersebut dan semua pelanggan beralih ke tempat lain,” tutur Rezi.






















