Kabarminang – Di tengah ramainya lapak pelaku usaha di tepi Jalan Batang Kampar saat Car Free Day (CFD) Padang, deretan aksesori berukuran kecil justru mampu mencuri perhatian. Cincin dengan berbagai bentuk dan gelang yang dirangkai dari manik-manik serta batu alam tersusun di sebuah lapak milik Julaz RnB.
UMKM handmade asal Padang ini didirikan Muhammad Abdillah bersama co-owner Iftitah Muslimah. Berbeda dengan produk aksesori yang dibuat secara massal, Julaz RnB mengandalkan keterampilan tangan dalam menghasilkan setiap cincin dan gelang yang mereka jual.
Julaz RnB saat ini memiliki dua lokasi penjualan. Selain membuka lapak di Jalan Batang Kampar ketika CFD berlangsung, produk mereka juga tersedia di Jalan Jati Adabiah Nomor 2, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang.
Produk yang ditawarkan relatif sederhana, tetapi proses di balik pembuatannya membutuhkan ketelitian. Cincin dibuat menggunakan kawat tembaga dan dipadukan dengan manik-manik, sedangkan gelang dirangkai menggunakan tali dengan berbagai jenis manik-manik, batu alam, serta bahan pendukung lainnya.
Bahan-bahan tersebut dipilih dengan mempertimbangkan kualitas. Meski demikian, Julaz RnB tetap berupaya menjaga harga agar dapat dijangkau konsumen. Aksesori yang mereka tawarkan dibanderol mulai dari Rp8.000 hingga Rp25.000.
Nama Julaz RnB juga memiliki cerita tersendiri bagi kedua pemiliknya. Nama Julaz terinspirasi dari tanggal 17, yakni tanggal ketika Muhammad Abdillah dan Iftitah Muslimah mulai menjalin hubungan. Sementara RnB merupakan singkatan dari Ring and Bracelet, yang berarti cincin dan gelang.
Di balik produk yang tampak sederhana tersebut terdapat proses produksi yang dipelajari secara otodidak. Tidak ada proses produksi massal dengan mesin dalam pembuatan aksesori Julaz RnB. Setiap produk dikerjakan satu per satu dengan mengandalkan keterampilan, ketelitian, dan kreativitas.
“Untuk cincin, kita membuatnya secara manual. Alat yang digunakan sederhana, seperti tang, sedangkan bahan dasarnya menggunakan kawat tembaga, dan bahan lainnya,” ujar Muhammad Abdillah.
Kawat kemudian dibentuk dan dirangkai dengan manik-manik hingga menjadi cincin. Karena seluruh proses dilakukan secara manual, setiap produk dapat memiliki desain yang berbeda. Sementara gelang dibuat dengan merangkai tali bersama berbagai jenis manik-manik dan batu alam.
Bagi Julaz RnB, pendekatan tersebut sekaligus menjadi karakter usaha. Mereka tidak menetapkan jumlah produksi dalam angka yang tetap setiap harinya. Banyaknya produk yang dibuat bergantung pada ide, tren yang berkembang, serta permintaan konsumen.
“Jumlah tidak kita tentukan, namun dibikin sesuai permintaan konsumen,” kata Iftitah Muslimah.
Pola produksi tersebut memberikan keleluasaan bagi Julaz RnB untuk bereksperimen dengan desain. Namun, di sisi lain, produksi handmade menghadirkan tantangan tersendiri ketika permintaan meningkat dalam waktu singkat.




















