Kabarminang — Seorang siswa laki-laki kelas VII SMPN 1 Padang Panjang diduga dikeroyok lima kakak kelasnya pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Ayah korban, Azumar Afif (41 tahun), warga Kelurahan Pasar Usang, Padang Panjang Barat, mengatakan bahwa korban berinisial FR (14 tahun), siswa di kelas 1 SMPN 1 Padang Panjang.
Azumar menceritakan bahwa anaknya diduga dikeroyok oleh lima siswa laki-laki dalam perjalanan pulang sekolah menuju rumah. Ketika berada di Gang Garuda, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Balai-Balai, Kecamatan Padang Panjang Barat, korban diduga dihampiri lima siswa laki-laki yang merupakan kakak kelasnya.
“Kelima siswa yang diduga terlibat merupakan siswa kelas VIII yang tinggal kelas,” ujar Azumar kepada Kabarminang.com pada Sabtu (3/10/2026).
Saat itu, kata Azumar, salah satu pelaku meminta satu orang untuk mengambil video, satu orang untuk mengajak korban berkelahi, dan tiga orang lainnya menjadi bekingan. Namun, korban menolak ajakan tersebut.
Meski demikian, kata Azumar, salah satu siswa tersebut diduga tetap mengajak korban berkelahi, kemudian menendang kemaluan korban. Korban juga mengaku dipukul pada bagian perut dan kepala secara berulang.
“Setelah kejadian itu, kelima siswa tersebut meninggalkan lokasi,” tutur Azumar.
Saat mengetahui korban babak belur dan kesakitan diduga akibat dikeroyok, kata Azumar, pihaknya membawa korban ke rumah sakit untuk diperiksa. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban mengalami memar pada sejumlah bagian tubuh: telinga sebelah kanan korban berdengung dan pendengarannya menjadi samar, luka pada bagian kepala, dan memar di kemaluan.



















