Kabarminang – Banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (21/9/2026) malam. Hingga kini, proses pembersihan material lumpur masih berlangsung.
Berdasarkan penampakan udara dari video yang diunggah akun Instagram @nabillnntn pada Selasa (21/9/2026), daerah itu terlihat mengalami kerusakan parah. Material banjir berupa kayu juga terlihat berada di pinggir jalan. Sementara itu, alat berat tampak berada di lokasi untuk melakukan pembersihan material.
Diberitakan sebelumnya, Relawan PMI Kabupaten Solok, Mu’amar Aziz, mengatakan, banjir bandang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak sore. Ia menyebut material banjir bandang bersumber dari kawasan hulu Sungai Batang Laso hingga memicu longsor di kawasan perbukitan.
“Hujan yang mengguyur sejak sore membuat aliran sungai mengalami kenaikan. Kemudian terjadi longsor di bukit belakang kawasan Kantor Bupati yang membawa pasir bercampur batu, lumpur, dan air,” ujarnya.
Ia menyebut, berdasarkan data sementara ada empat orang yang terluka, yakni Muslihat (54), warga Kediri; Anggiat Sirait (66), warga Nagari Koto Gaek Guguk; Yurnalis (45), ASN PPPK paruh waktu di Bapenda Kabupaten Solok; dan Muhammad Nur Zen (56), ASN PPPK paruh waktu pada Bagian Umum Setda Kabupaten Solok.
“Untuk Muhammad Nur Zen dirujuk ke Semen Padang Hospital di Kota Padang, sementara tiga lainnya mendapatkan perawatan medis di RSUD Arosuka Kabupaten Solok,” tuturnya.
Ia menyebut data sementara ada 100 rumah terdampak, dengan 77 orang berada di sejumlah lokasi pengungsian sementara, yakni di Mapolres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok.
Selain rumah warga, kata dia, sebanyak 10 gedung perkantoran juga terdampak, yakni Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN), DPRD, Bapenda, Bapelitbang, Inspektorat Daerah, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, dan BKPSDM Kabupaten Solok.


















