Senin, Oktober 12, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
Home Kabar Sumbar

DAS Batanghari Terus Rusak, Tambang Emas Ilegal Sijunjung Picu Ancaman Bencana

Mengki Kurniawan
Jumat, 28 Agustus 2026 | 05:58
in Kabar Sumbar
Aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan Batu Gando, Nagari Muaro, Kabupaten Sijunjung. Foto: Dok. Pemprov Sumbar

Aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan Batu Gando, Nagari Muaro, Kabupaten Sijunjung. Foto: Dok. Pemprov Sumbar

Share on FacebookShare on Twitter

Kabarminang – Kerusakan ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, terus meluas. Masifnya penggunaan alat berat dalam aktivitas tambang emas ilegal disebut telah mengubah bentang alam sungai sekaligus meningkatkan ancaman bencana bagi masyarakat di sekitarnya.

Peneliti Tambang Emas Ilegal Universitas Andalas, Dewi Anggraini, menyoroti perubahan metode penambangan yang berlangsung dalam dua dekade terakhir. Menurutnya, pergeseran dari cara tradisional menuju penggunaan alat berat telah mengubah kondisi ekologis sungai secara drastis.

“Sebelum tahun 2000-an, masyarakat menambang secara tradisional dengan mendulang menggunakan jae di aliran sungai, sehingga kualitas air sungai tetap jernih dan ekosistem terjaga,” ungkap Dewi, Dosen Ilmu Politik UNAND, Kamis (27/8/2026).

Sebagai warga pribumi Sijunjung, Dewi menceritakan perubahan mulai terlihat ketika aktivitas penambangan beralih menggunakan mesin dompeng pada rentang 2004 hingga 2005. Penggunaan mesin tersebut tidak lagi terbatas pada aliran sungai, tetapi mulai merambah lahan-lahan produktif di sepanjang kawasan tepian sungai.

Kondisi itu semakin memburuk ketika terjadi booming emas pada periode 2006 hingga 2008. Masa tersebut sekaligus menandai masuknya penggunaan alat berat dalam skala yang jauh lebih besar.

“Metode tambang berubah masif menggunakan excavator skala besar, di mana satu pemodal bahkan mampu menguasai hingga 35 unit alat berat,” ujar pakar politik lingkungan itu.

Menurut Dewi, saat ini diperkirakan terdapat lebih dari 100 unit ekskavator yang masih beroperasi aktif di Sijunjung. Alat-alat berat tersebut disebut bahkan dapat melintas di jalan publik tanpa kendala hukum.

Masifnya penggunaan alat berat itu, kata Dewi, kemudian mengubah bentang alam di sepanjang DAS Batanghari. Dampaknya tidak hanya dirasakan di Sijunjung, tetapi juga berkaitan dengan kawasan aliran sungai yang membentang hingga Solok Selatan, Solok, dan Kuantan.


halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: DAS BatanghariDewi AnggrainiekskavatorlingkunganPETISijunjungSilokekSumatera BaratSumbartambang emas ilegalTambang IlegalUnand
ShareTweetPin

Berita Terkait

5 Siswa MAN 1 Solok Plus Keterampilan Raih Medali Emas Olimpiade Bahasa Arab KNPMI III 2026

5 Siswa MAN 1 Solok Plus Keterampilan Raih Medali Emas Olimpiade Bahasa Arab KNPMI III 2026

12 Oktober 2026
Meroket, Harga Cabai Merah Keriting di Sumbar Nomor Empat Termahal se-Indonesia

Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Padang Merangkak Naik

12 Oktober 2026
Kontingen Pariaman Raih Medali Emas dan Perunggu di Cabor Teqball Porprov Sumbar 2026

Kontingen Pariaman Raih Medali Emas dan Perunggu di Cabor Teqball Porprov Sumbar 2026

12 Oktober 2026
Aktivitas Tambang di Padang Dikeluhkan, Debu hingga Kerusakan Lahan Jadi Persoalan

Aktivitas Tambang di Padang Dikeluhkan, Debu hingga Kerusakan Lahan Jadi Persoalan

12 Oktober 2026
Warga Keluhkan Pelayanan RS Paru Sumatera Barat, dari Salah Obat hingga Tabung Oksigen Jatuh

Warga Keluhkan Pelayanan RS Paru Sumatera Barat, dari Salah Obat hingga Tabung Oksigen Jatuh

11 Oktober 2026
Perumahan Mewah Lumin Park Padang Berulang Diterjang Banjir, Izin Pembangunan dan Tata Ruang Didesak Diaudit

Perumahan Mewah Lumin Park Padang Berulang Diterjang Banjir, Izin Pembangunan dan Tata Ruang Didesak Diaudit

11 Oktober 2026
Next Post
PT Semen Padang Peduli Turunkan Tim Medis, Periksa Warga Terdampak Gempa NTT

PT Semen Padang Peduli Turunkan Tim Medis, Periksa Warga Terdampak Gempa NTT

Tinggalkan Komentar

Terpopuler

Siswi SMK di Padang Panjang Tewas dalam Kecelakaan Mobil dengan Sepeda Motor

Siswi SMK di Padang Panjang Tewas dalam Kecelakaan Mobil dengan Sepeda Motor

5 Oktober 2026

Videonya Isap Sabu-Sabu Beredar, Janda Beranak Lima di Pesisir Selatan Dibawa Polisi

Videonya Isap Sabu-Sabu Beredar, Janda Beranak Lima di Pesisir Selatan Dibawa Polisi

7 Oktober 2026

Remaja 14 Tahun di Bukittinggi Hilang Sejak 23 September 2026, Terakhir Pergi ke Warnet

Mayat Ditemukan di Ngarai Sianok Bukittinggi, Ternyata Remaja yang Hilang Sejak September

8 Oktober 2026

Hendak Mencuri, Pemuda di Pesisir Selatan Cabuli Penghuni Rumah

Hendak Mencuri, Pemuda di Pesisir Selatan Cabuli Penghuni Rumah

8 Oktober 2026

Ombudsman: Kasus Pertalite Berendapan di Sumbar Tidak Selesai dengan Pemberian Kompensasi    ​

Ombudsman: Kasus Pertalite Berendapan di Sumbar Tidak Selesai dengan Pemberian Kompensasi   ​

4 Oktober 2026

Warga Temukan Mayat Perempuan di dalam Rumah di Padang

Sesosok Mayat Perempuan Ditemukan di Kamar Hotel di Padang

10 Oktober 2026

Tak Jera, Residivis Sabu-Sabu di Padang Pariaman Ditangkap, Terancam Denda Rp10 Miliar

Tak Jera, Residivis Sabu-Sabu di Padang Pariaman Ditangkap, Terancam Denda Rp10 Miliar

7 Oktober 2026

Berita Terkini

Tiga Anak di Lima Puluh Kota Digigit Anjing Gila

Tiga Anak di Lima Puluh Kota Digigit Anjing Gila

12 Oktober 2026

5 Siswa MAN 1 Solok Plus Keterampilan Raih Medali Emas Olimpiade Bahasa Arab KNPMI III 2026

5 Siswa MAN 1 Solok Plus Keterampilan Raih Medali Emas Olimpiade Bahasa Arab KNPMI III 2026

12 Oktober 2026

Kebakaran Hebat Landa Padang, 22 Orang Mengungsi, Kerugian Tembus Rp3 Miliar

Kebakaran Hebat Landa Padang, 22 Orang Mengungsi, Kerugian Tembus Rp3 Miliar

12 Oktober 2026

Meroket, Harga Cabai Merah Keriting di Sumbar Nomor Empat Termahal se-Indonesia

Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Padang Merangkak Naik

12 Oktober 2026

Puluhan Orang Tawuran di Solok, Gunakan Petasan dan Senjata Tajam Rakitan

Puluhan Orang Tawuran di Solok, Gunakan Petasan dan Senjata Tajam Rakitan

12 Oktober 2026

Kontingen Pariaman Raih Medali Emas dan Perunggu di Cabor Teqball Porprov Sumbar 2026

Kontingen Pariaman Raih Medali Emas dan Perunggu di Cabor Teqball Porprov Sumbar 2026

12 Oktober 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2025 KabarMinang.com.