Kabarminang – Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menyerahkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Kelurahan Padang Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur, Senin (17/8/2026).
Bantuan yang bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Payakumbuh tersebut masing-masing sebesar Rp500 ribu per jiwa untuk enam kepala keluarga (KK).
Zulmaeta berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan warga dalam menghadapi masa awal setelah musibah. Ia menyebut, sebelumnya, BPBD dan Dinas Sosial Kota Payakumbuh telah memberikan bantuan tanggap darurat kepada warga terdampak pada malam kejadian dan dilanjutkan pada hari berikutnya.
Ia mengatakan pemerintah akan melanjutkan penanganan setelah proses penyelidikan di lokasi selesai.
“Untuk sementara lokasi kebakaran belum dapat kita bersihkan karena aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kejadian,” katanya saat menemui korban usai memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ia melanjutkan, setelah proses penyelidikan selesai, pemerintah bersama masyarakat akan melakukan pembersihan lokasi secara gotong royong, termasuk menangani puing-puing bangunan yang terbakar.
“Setelah proses penyelidikan selesai, kita akan turun bersama-sama melakukan gotong royong membersihkan puing kebakaran. Untuk pembangunan rumah, insyaallah pemerintah akan membantu prosesnya,” katanya.
Zulmaeta mengatakan perhatian pemerintah tidak berhenti pada bantuan awal. Kondisi dan kebutuhan keluarga terdampak akan terus dipantau agar proses pemulihan dapat dilakukan secara bertahap.
“Pemerintah akan terus melihat kebutuhan masyarakat yang terdampak. Kita tentu berharap warga dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan baik,” ujarnya.
Selain menyerahkan bantuan, Zulmaeta juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan masing-masing. Ia meminta warga memeriksa instalasi listrik secara berkala, memastikan kompor dan peralatan memasak dalam kondisi aman, serta mematikan sumber api dan peralatan listrik sebelum meninggalkan rumah.
Menurutnya, kewaspadaan dan kepedulian bersama menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran serta meminimalkan risiko dan kerugian yang ditimbulkan.
“Jangan sampai kita lengah. Mari bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” katanya.
Sebelumnya, kebakaran di Kelurahan Padang Tiakar terjadi pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 19.20 WIB. Sebanyak enam rumah mengalami kerusakan berat dan berdampak terhadap enam KK atau 24 jiwa. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
















