Kabarminang – Kehidupan Budi Kuncoro (59) berubah sejak istrinya meninggal dunia dua bulan lalu. Kini, warga kawasan Banuaran, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, itu menjalani hari-harinya seorang diri di rumah kontrakan.
Dua anak laki-laki Budi kini tinggal di Jambi bersama keluarga masing-masing. Kondisi ekonomi membuat pertemuan dengan kedua anaknya tidak dapat dilakukan setiap waktu. Budi mengaku biasanya hanya bisa bertemu anak-anaknya sekitar satu kali dalam setahun.
Menurut Budi, kedua anaknya juga hidup sederhana dan harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan masing-masing. Salah seorang anaknya bekerja sebagai petani dengan mencangkul di sawah milik orang lain. Karena sama-sama memiliki keterbatasan ekonomi, Budi tidak ingin membebani kedua anaknya.
Di tengah kesendirian tersebut, Budi tetap berusaha memenuhi kebutuhan hidup dengan menjadi pemulung. Pekerjaan itu telah dijalaninya sejak 2016.
Setiap pagi, ia meninggalkan rumah dengan membawa gerobak sederhana yang dibuatnya sendiri. Gerobak berukuran sekitar dua meter itu digunakan untuk mengumpulkan barang bekas yang masih memiliki nilai jual.
Budi menyusuri sejumlah ruas jalan di Kota Padang untuk mencari botol minuman, gelas plastik, kardus, hingga kantong plastik. Barang-barang tersebut tidak langsung dijual, melainkan dikumpulkan terlebih dahulu selama sekitar satu bulan.
“Saya tidak punya kemampuan apa-apa, skill juga tidak ada. Sekarang mencari kerja susah. Saya dulu sekolah hanya tamat SD,” tuturnya saat ditemui Sumbarkita di Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Rabu (12/8/2026).
















