Di tengah cuaca panas, Budi tetap melanjutkan pekerjaannya. Sebuah gorengan bahkan terlihat tergantung di bagian gerobak yang dibawanya.
Selama menjadi pemulung, Budi mengaku tidak pernah mengalami gangguan berarti dari masyarakat. Ia juga mengatakan tidak pernah terkena razia Satpol PP saat menjalankan pekerjaannya.
Kini, setelah kehilangan istri dan hidup jauh dari kedua anaknya, Budi tetap memilih bertahan dengan pekerjaan yang telah digelutinya selama sekitar satu dekade.
Selama tubuhnya masih mampu berjalan dan mengumpulkan barang bekas, ia akan terus mendorong gerobaknya menyusuri jalanan Kota Padang.
Bagi Budi, gerobak sederhana itu bukan sekadar tempat membawa barang bekas, tetapi menjadi tumpuan untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
















