Kabarminang — Di bawah pohon rindang di kawasan Jalan Khatib Sulaiman, tepatnya di depan Mitsubishi Motors, Ulak Karang Selatan, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Suci Wulandari (28 tahun) menghabiskan hari-harinya berjualan bendera merah putih menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Sejak pukul 07.30 WIB hingga 18.00 WIB Suci berada di lokasi dagangannya. Namun, selama dua pekan ia berjualan tahun ini, pembeli yang datang belum sebanyak yang diharapkannya.
Suci mengatakan bahwa penjualan bendera tahun ini terasa lebih sepi dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Susah kali jual beli bendera tahun ini,” kata Suci saat ditemui Kabarminang.com di tempat ia berjualan pada Rabu (12/8/2026).
Bagi Suci, berjualan bendera merah putih bukan pekerjaan baru. Setiap memasuki Agustus, ia sudah terbiasa mencari tambahan penghasilan dengan berjualan bendera. Tahun ini menjadi tahun keenam dirinya menjalani usaha tersebut.
Suci memperoleh bendera tersebut dari pihak lain di kawasan Tarandam. Ia mengambil bendera tersebut untuk dijual ketika memasuki Agustus.
Suci menjual beberapa jenis bendera dengan harga berbeda. Ia menjual bendera yang biasa dikibarkan di rumah seharga Rp35 ribu per helai. Sementara itu, ia menjual bendera besar untuk dikibarkan di kantor seharga Rp120 ribu. Selain itu, ia menjual bendera untuk dipasang di gedung kantor dengan bahan tipis atau sanwos seharga Rp50 ribu per meter, sedangkan benedara berbahan tebal atau satin harganya Rp75 ribu per meter. Ia juga menjual marawa, yang harganya Rp35 ribu per helai.
Namun, tahun ini penjualan berjalan lambat. Selama dua pekan, bendera rumah menjadi barang yang paling banyak terjual, sedangkan bendera meteran baru terjual sekitar 13 meter.
















