Kabarminang – Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat terus memperkuat peran perguruan tinggi agar tidak berhenti pada fungsi pendidikan, tetapi mampu memberikan jawaban atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa. Gagasan tersebut mengemuka dalam kuliah umum bertajuk “Peran Perguruan Tinggi Sebagai Problem Solver Tantangan Bangsa” yang digelar UM Sumatera Barat di Kampus Bukittinggi, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Convention Hall Prof. Dr. KH. Yunahar Ilyas, M.Ag. tersebut menghadirkan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., sebagai narasumber. Kuliah umum diikuti pimpinan perguruan tinggi, dosen, mahasiswa, serta tamu undangan dari berbagai institusi pendidikan.
Bagi UM Sumatera Barat, forum tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan akademik dengan berbagai tantangan nyata yang dihadapi masyarakat. Perguruan tinggi dinilai memiliki posisi strategis dalam melahirkan sumber daya manusia sekaligus menghasilkan riset, inovasi, dan pengabdian yang memberikan dampak langsung bagi pembangunan.
Prof. Fauzan dalam pemaparannya menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung berbagai agenda pembangunan nasional. Setidaknya lima dari delapan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden memiliki keterkaitan erat dengan peran perguruan tinggi, mulai dari penguatan sumber daya manusia, penciptaan lapangan kerja, hilirisasi industri, pembangunan desa, hingga penguatan ketahanan nasional.
Menurutnya, tantangan Indonesia saat ini semakin kompleks. Persoalan kemiskinan, ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan dan kemaritiman, teknologi, energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi industri hingga pembangunan infrastruktur membutuhkan sumber daya manusia dan pengetahuan yang kuat.
Karena itu, perguruan tinggi perlu membangun kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta masyarakat. Kolaborasi tersebut penting agar pengetahuan yang lahir dari kampus tidak berhenti menjadi kajian akademik, tetapi dapat diterjemahkan menjadi inovasi dan solusi yang benar-benar dirasakan masyarakat.
UM Sumbar Perkuat Kampus yang Relevan dengan Kebutuhan Masyarakat
Dalam forum tersebut, besarnya potensi pendidikan tinggi Indonesia juga menjadi perhatian. Saat ini terdapat lebih dari 4.400 perguruan tinggi, sekitar 303 ribu dosen, dan hampir 10 juta mahasiswa. Potensi tersebut dinilai perlu diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus perkembangan dunia kerja.
Generasi muda saat ini, kata Prof. Fauzan, membutuhkan pendidikan tinggi yang semakin relevan dengan kebutuhan industri. Mereka tidak hanya membutuhkan penguasaan teori, tetapi juga pembelajaran praktis, kesiapan kerja, kemampuan soft skills, serta kompetensi yang dapat menjadi bekal menghadapi perubahan dunia kerja.















