Kabarminang – Puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan kembali menggelar aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (25/6/2026) sore. Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait isu daerah, mulai dari penggunaan anggaran daerah, pertambangan emas ilegal, hingga pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM).
Formatur HMI Cabang Padang, Maichel Firmansyah, mengatakan peserta aksi berasal dari sejumlah organisasi mahasiswa, di antaranya GMNI, HMI, dan BEM SU. Sebelum menuju lokasi aksi, massa terlebih dahulu berkumpul di Sekretariat HMI Kota Padang di kawasan Hong Tuah.
“Dari Sekretariat HMI Hong Tuah kemudian bergerak ke titik-titik aksi di Kantor Gubernur Sumatera Barat,” ujar Maichel.
Menurutnya, demonstrasi tersebut membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan persoalan lokal dan pengelolaan anggaran daerah. Mahasiswa menyoroti penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.
Salah satu isu yang menjadi sorotan dalam aksi tersebut adalah rencana relokasi anggaran untuk perbaikan rumah dinas gubernur, wakil gubernur, dan sekretaris daerah. Persoalan itu menjadi salah satu fokus yang diangkat massa aksi.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti penanganan aktivitas pertambangan emas ilegal yang dinilai masih terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Massa menilai persoalan tersebut memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait.
“Kami juga menyuarakan tuntutan terkait penanganan aktivitas pertambangan ilegal yang masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Barat,” kata Maichel.
Tak hanya itu, persoalan distribusi dan pengawasan BBM juga menjadi bagian dari tuntutan massa. Mahasiswa meminta agar pengawasan distribusi BBM dilakukan secara maksimal guna menghindari penyimpangan.
Maichel menyebut aksi yang digelar pada Kamis ini merupakan lanjutan dari demonstrasi sebelumnya yang berlangsung pada Senin (15/6/2026) di Kantor Gubernur Sumbar. Menurutnya, saat aksi sebelumnya berlangsung, Gubernur Sumbar sedang berada di Jepang, sementara Wakil Gubernur tidak berada di kantor karena tengah berada di Kabupaten Agam.
Berdasarkan pantauan di lokasi, massa tiba di Kantor Gubernur Sumbar sekitar pukul 15.30 WIB dengan membawa berbagai atribut aksi, termasuk spanduk bertuliskan “Keadilan Sosial Bagi Rakyat yang Mana?, Adili Mahyeldi–Vasko #Pemprov Pakak.” Massa juga membawa bendera organisasi masing-masing dan berkumpul di depan kantor gubernur untuk menyampaikan aspirasi.
Sejumlah aparat kepolisian tampak bersiaga di lokasi guna menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung. Hingga sore hari, massa aksi masih terlihat bergantian menyampaikan aspirasi di depan Kantor Gubernur Sumbar.
















