Kabarminang — Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang terus mempercepat rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak banjir bandang pada akhir 2025 guna mengembalikan produktivitas sawah dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, mengatakan pemerintah kota melalui Dinas Pangan dan Pertanian tengah melakukan penanganan di sejumlah titik terdampak, di antaranya lahan milik Kelompok Tani Manyolok di Kelurahan Koto Katik serta Kelompok Tani Lembuti I di Kelurahan Koto Panjang.
“Dua lokasi tersebut saat ini tengah menjalani proses penataan lahan, perbaikan irigasi, dan peningkatan kualitas tanah,” ujarnya saat meninjau lokasi rehabilitasi, Sabtu (18/4).
Ia melanjutkan, rehabilitasi tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pertanian sekaligus menjaga fungsi lingkungan di kawasan terdampak.
“Kita ingin hasil rehabilitasi ini benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya para petani. Kolaborasi antara pemerintah dan kelompok tani sangat penting agar program ini berhasil,” katanya.
Selain meninjau progres pekerjaan, Allex juga mendengarkan langsung aspirasi petani terkait kebutuhan sarana pendukung seperti pupuk, akses air, serta pendampingan teknis pertanian.
“Kami akan berupaya mengakomodasi kebutuhan petani terdampak bencana secara bertahap agar lahan pertanian dapat kembali produktif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” imbuhnya.















