Kabarminang.com — Seorang mahasiswa Politeknik Negeri Padang berinisial FDA (23 tahun) ditemukan tewas tergantung di kamar kosnya di kawasan Jalan Jawa Gadut, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, pada Sabtu (11/4/2026) pagi.
Berdasarkan penelusuran Kabarminang.com di laman Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (pddikti.kemdiktisaintek.go.id), FDA merupakan mahasiswa jenjang diploma tiga Jurusan Administrasi Bisnis. Ia tercatat mulai aktif kuliah pada 19 Mei 2023.
Dalam lama itu juga tercatat bahwa ia merupakan mahasiswa aktif tahun ajaran 2025/2026 ganjil.
Kepala Jorong Pincuran Tujuh, Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan Sangir, Solok Selatan, Roni Pratama (28 tahun), mengatakan bahwa FDA merupakan warganya. Ia menyebut bahwa FDA sehari-hari dipanggil Ifeb atau Febri.
Roni mengatakan bahwa sebagaimana mayoritas warga Bangun Rejo, FDA merupakan orang Jawa. Ia menyebut bahwa FDA merupakan anak kedua dari orang tuanya.
“Dia dua bersaudara. Kakaknya laki-laki, sudah menikah. Rumah orang tuanya dihuni oleh empat orang: ayah, ibu, kakak, dan kakak ipar Febri,” tutur Roni.
Roni mengatakan bahwa orang tua FDA merupakan orang yang berkecukupan. Ia menyebut bahwa orang tua FDA punya toko grosir di sebelah rumahnya, yang menjual barang kebutuhan sehari-hari.
Perihal kabar kematian FDA, Roni mengatakan bahwa ia mendapatkan kabar itu dari mahasiswa asal Bangun Rejo di Padang sekitar pukul 10.30 WIB. Pada pukul 17.15 WIB, katanya, kabar kematian FDA diumumkan di masjid melalui mikropon, yang didahului dengan suara sirine.












