Kabarminang — Seorang siswi SMAN 2 Gunung Talang, Kabupaten Solok, berinisial DAN (17 tahun) tewas karena gantung diri pada Selasa (7/4/2026) malam. Anggota keluarganya buka suara soal korban.
Novrita (49 tahun), bibi korban, mengatakan bahwa beberapa hari sebelum ditemukan tewas tergantung, DAN tidak menunjukkan gelagat yang mencurigakan. Ia menyebut bahwa korban sehari-hari beraktivitas seperti biasa.
“Dia anak yang ceria. Saya tidak melihatnya bermenung sehari-hari,” ujar adik ayah DAN itu kepada Kabarminang.com pada Jumat (10/4/2026).
Novrita terakhir kali bertemu DAN pada Selasa (7/4/2026) pukul 6.30 WIB saat remaja itu akan berangkat ke sekolah. Saat DAN pulang ke rumah, Novrita belum pulang ke rumah karena bekerja sebagai buruh pabrik teh. Saat ia pulang ke rumah pada sore hari, DAN tidak berada di rumah.
Kemudian, sekitar pukul 21.00 WIB, setelah pulang dari masjid, Novrita dihubungi oleh warga. Ia mengatakan bahwa warga tersebut memintanya untuk pergi ke RSUD Arosuka. Di rumah sakit itu ia baru mengetahui bahwa ponakannya itu meninggal. Ia diberi tahu bahwa DAN gantung diri di ladang warga.
“Malam itu juga jenazahnya dibawa ke rumah orang tuanya di Dharmasraya. Keesokan harinya, jenazahnya dikuburkan,” tutur pekerja pabrik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV itu.
Ia menyebut bahwa orang tua DAN tinggal di Jorong Pasar Baru, Nagari IV Koto Pulau Punjung, Kecamatan Pulau Punjung, Dharmasraya. Ia mengatakan bahwa DAN memiliki seorang adik perempuan kelas 4 SD.
Novrita mengatakan bahwa DAN tinggal bersamanya sejak pertengahan 2025, tepat ketika awal masuk kelas XII di SMAN 2 Gunung Talang. Sebelumnya, DAN bersekolah kelas X dan XI di Dharmasraya. Awalnya mereka tinggal bertiga, yaitu Novrita, suaminya, dan DAN. Namun, lebih dari tiga bulan yang lalu suaminya meninggal dunia. Karena itu, tiga bulan terakhir ini ia hanya tinggal berdua dengan DAN di rumah di Implasmen Kebun Teh Danau Kembar, yang merupakan wilayah Kompleks PTPN IV, Jorong Kayu Jao, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang.














