Kabarminang — Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kesiapsiagaan di kawasan wisata menyusul meninggalnya seorang wisatawan Pulau Angso Duo, Kecamatan Pariaman Tengah, menuju rumah sakit pada Selasa (24/3/2026).
Sebelumnya diberitakan, seorang wisatawan bernama Salman (44), sopir, warga Korong Balah Aie, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Enam Lingkung, Padang Pariaman, meninggal dunia setelah sempat tumbang saat berada di atas kapal wisata.
Kepala Polsek Kota Pariaman, AKP Hijrul Aswad, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi saat korban bersama keluarga berwisata ke Pantai Gandoriah sekitar pukul 13.00 WIB, lalu menaiki kapal menuju Pulau Angso Duo pada pukul 14.25 WIB.
“Dalam perjalanan, korban yang tengah duduk tiba-tiba mengeluh pusing, lalu tersungkur. Keluarga sempat memberikan air minum, dan perjalanan tetap dilanjutkan hingga tiba di dermaga pulau,” ujar Hijrul, Rabu (25/3/2026).
Setibanya di Pulau Angso Duo, korban langsung mendapatkan penanganan dari petugas Palang Merah Indonesia (PMI). Dari hasil pemeriksaan awal, denyut nadi korban terdeteksi lemah sehingga disarankan segera dirujuk ke rumah sakit.
Korban kemudian dibawa ke RSUD M. Yamin Pariaman. Namun, setibanya di rumah sakit, dokter UGD menyatakan korban telah meninggal dunia dalam perjalanan.
“Berdasarkan keterangan keluarga, dalam dua hari terakhir korban mengeluhkan sakit di bagian dada. Dugaan sementara, korban meninggal karena riwayat penyakit yang dideritanya,” tambah Hijrul.
Untuk menanggapi peristiwa tersebut, Asisten I Setdako Pariaman, Elfis Candra, yang juga Ketua Piaman Barayo 2026, menyampaikan dukacita kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa peristiwa itu terjadi tidak disebabkan oleh faktor pelayanan di lapangan.
“Berdasarkan informasi yang ada, kejadian ini berkaitan dengan kondisi kesehatan pribadi korban, bukan karena faktor teknis pelayanan wisata,” ujar Elfis.
Ia menegaskan bahwa sistem pelayanan dan pengamanan di kawasan wisata selama ini telah berjalan sesuai dengan ketentuan. Ia menyebut bahwa pelayanan dan pengamanan itu melibatkan berbagai unsur, termasuk petugas lapangan dan tim kesehatan.
“Seluruh mekanisme pelayanan dan pengamanan wisata tetap berjalan sebagaimana mestinya. Ke depan, penguatan yang dilakukan lebih bersifat peningkatan kualitas layanan dan kesiapsiagaan secara umum, bukan karena adanya kekurangan mendasar,” katanya.
Elfis menambahkan bahwa penguatan SOP dan koordinasi lintas sektor tetap menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga standar pelayanan publik, terutama di sektor pariwisata.
“Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan semakin optimal dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan untuk memperhatikan kondisi kesehatan sebelum melakukan aktivitas wisata, khususnya perjalanan laut.
“Kami mengajak seluruh wisatawan untuk memastikan kondisi kesehatan dalam keadaan baik sebelum berwisata m sehingga perjalanan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman,” tuturnya.
















