Kabarminang — Sebanyak 16 pendaki asal Medan dicegah saat akan mandaki Gunung Singgalang melalui Nagari Pandai Sikek, Tanah Datar, pada Sabtu (14/2/2026) dini hari. Mereka dicegat oleh pemuda pemandu pendakian lokal yang berjaga di jalur masuk.
Kepala Seksi Wilayah II BKSDA Sumbar, Isroi, mengatakan bahwa rombongan tersebut dipandu oleh seorang pemuda dari Jorong Tanjuang, Nagari Pandai Sikek. Saat ditemukan, katanya, para pendaki hendak melanjutkan perjalanan menuju kawasan konservasi yang hingga kini masih berstatus ditutup sejak gunung itu erupsi pada Desember 2023.
“Setelah dicegah mendaki, mereka diberi sosialisasi tentang larangan pendakian ke Gunung Singgalang karena berbahaya sebab gunung itu masih berstatus ditutup,” ujarnya pada Minggu (15/2/2026).
Penjagaan yang dilakukan pemuda di lokasi itu merupakan hasil pertemuan tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumbar bersama Wali Nagari Pandai Sikek dan tim terkait dengan pemandu pendakian lokal pada Senin (9/2/2026). Pertemuan itu membahas aktivitas pendakian menuju kawasan taman wisata alam (TWA) Gunung Singgalang melalui Pandai Sikek.
Kegiatan tersebut, kata Isroi, dilakukan dalam rangka sosialisasi dan penyadartahuan kepada para pemandu lokal agar tidak membawa pendaki selama status penutupan masih berlaku. Hasil pertemuan menyepakati kerja sama pengawasan antara BKSDA Sumbar, pemerintah nagari, dan pemandu pendakian lokal.
Perihal kesepakatan itu, Isroi menyebut bahwa tindaklanjut penjagaan jalur pendakian dilakukan pemuda pemandu lokal pada Sabtu malam hingga Minggu pagi. Saat penjagaan berlangsung, kata Isroi, pemuda ditemukan rombongan pendaki itu.
Ia mengatakanbahwa pemuda pemandu pendakian lokal kemudian memberikan sosialisasi langsung kepada pemandu rombongan agar tidak lagi membawa pendaki ke kawasan konservasi tersebut. Pihaknya lalu meminta para pendaki untuk turun.
“Pendakian di TWA Gunung Singgalang Tandikat dan TWA Gunung Marapi sampai saat ini masih ditutup,” ujar Isroi.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara BKSDA Sumbar, pemerintah nagari, dan pemandu lokal akan terus dilakukan hingga pendakian kembali resmi dibuka.















