Kabarminang — Hujan deras memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Kabupaten Agam, pada Rabu (11/2/2026) sore. Ratusan kepala keluarga terdampak dan sebagian warga terpaksa mengungsi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Gafur, mengatakan banjir dan longsor terjadi di tiga kecamatan, yakni Palembayan, Tanjung Raya, dan Lubuk Basung.
Ia merinci, pada Kecamatan Palembayan, banjir melanda Nagari Salareh Aia dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter dan meluap hingga ke badan jalan. Luapan air menghanyutkan jembatan sementara yang menghubungkan Masjid Syuhada Sawah Laweh–Kampung Pili. Kemudian, peningkatan debit sungai di Jorong Subarang Aia juga menyebabkan jembatan darurat di Nagari Salareh Aia Timur hanyut terbawa arus.
Sementara di Kecamatan Tanjung Raya, tanah longsor terjadi di ruas jalan provinsi Jorong Lubuak Sao, Nagari Dalko. Material longsor menutup badan jalan sepanjang sekitar 50 meter dengan ketinggian kurang lebih 1,5 meter. Longsor tersebut juga menimpa satu unit mobil jenis Avanza.
“Sebanyak 30 kepala keluarga atau sekitar 80 jiwa di sekitar lokasi mengungsi ke SDN 09 Lubuak Sao. Selain itu, longsor juga menutup akses jalan kabupaten di ruas Bukik Apik menuju Koto Panjang Dama Gadang,” ujarnya.
Ia melanjutkan, genangan air juga merendam permukiman di Jorong Koto Kaciak dan Jorong Pasa Rabaa, dan menyebabkan sekitar 90 kepala keluarga dievakuasi. Kemudian, di Nagari Maninjau, tepatnya Jorong Bancah, luapan Sungai Batang Balok menyebabkan dam sementara jebol. Kemudian, di Jorong Labuah Sungai Batang, Nagari Sungai Batang, terdapat sekitar 50 kepala keluarga terdampak banjir.
Ia mengatakan, di Kecamatan Lubuk Basung, Nagari Lubuk Basung, luapan Batang Siguhung merendam dua unit rumah warga di Jorong Siguhung.
Ia menyebut, BPBD Agam telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari serta turun langsung ke lokasi kejadian. Penanganan dilakukan bersama unsur Polres Agam, PMI Agam, Basarnas, pemerintah kecamatan, nagari, dan masyarakat.
















