Kabarminang – Seorang siswa MTsN 5 Pesisir Selatan bernama Agil, kelas IX, mengaku menjadi korban pengeroyokan beberapa siswa di lingkungan sekolahnya. Peristiwa itu terjadi di Nagari Padang XI Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, pada Kamis (5/2/2026).
Orangtua korban, Riki, mengatakan kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB. Menurutnya, insiden itu terjadi ketika jam sekolah masih berjalan.
Riki menjelaskan, peristiwa bermula ketika beberapa siswa mendatangi Agil dan meminta uangnya. Karena tidak memiliki uang, Agil tidak memenuhi permintaan tersebut.
“Karena Agil tidak memberikan uang, beberapa siswa itu menyeretnya lalu mengeroyoknya sampai Agil tidak sadarkan diri,” kata Riki.
Usai kejadian itu pihak sekolah membawa Agil ke Puskesmas Air Haji dan memberikan kabar kepadanya kalau Agil sedang berada di Puskesmas. Selama berada di Puskesmas, Agil tidak sadarkan diri selama sekitar dua jam.
Ia mengatakan kondisi anaknya saat itu mengalami bengkak di bagian belakang kepala, serta merasakan sakit di kepala dan dada. Karena khawatir dengan kondisi anaknya, Riki kemudian membawa Agil ke RSUD Painan pada Jumat (6/2) untuk menjalani pemeriksaan lanjutan berupa rontgen.
“Dari hasil pemeriksaan, tubuh dan kepala Agil tidak bermasalah pada bagian dalam. Namun, kondisi kepala masih bengkak dan terasa sakit,” ujarnya.
Riki menyampaikan bahwa peristiwa tersebut telah dilaporankannya kepada pihak PPA. Berdasarkan hasil pertemuannya dengan pihak PPA, disampaikan bahwa pihak PPA akan turun langsung pada hari Selasa untuk menangani kasus tersebut.
Riki menambahkan saat ini ia diminta dari pihak PPA untuk mempersiapkan segala keterangan yang mendukung pembuktian anaknya dibully di sekolah.
Ia juga mengatakan tujuan menindak lanjuti kasus ini agar mendapatkan keadilan untuk anaknya dan lingkungan di sekolah juga terasa aman baik untuk anaknya ataupun siswa yang lain.
Kepala UPTD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak) di Kabupaten Pesisir Selatan, mengatakan untuk saat ini belum bisa memberikan tanggapan apapun karena belum mengetahui secara jelas terkait kasus tersebut.
















