Kabarminang – Kabut asap tipis menyelimuti Kota Padang pada Selasa (27/1/2026) siang. Fenomena tersebut terpantau cukup jelas sejak siang hingga sore hari, meski tidak menyebabkan penurunan jarak pandang secara ekstrem di kawasan perkotaan.
Pantauan dari pusat kota pada pukul 15.00 WIB menunjukkan deretan Bukit Barisan yang biasanya terlihat jelas, nyaris tidak tampak sama sekali. Kontur perbukitan terlihat samar dan cenderung menghilang di balik lapisan kabut tipis yang menggantung di udara.
Secara kasat mata, jarak pandang di dalam kota masih tergolong normal. Aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas berlangsung seperti biasa. Namun, suasana kota tampak lebih redup dengan kontras visual jarak jauh yang berkurang.
Hingga Selasa sore, penyebab dan sumber kabut asap tersebut belum diketahui secara pasti. Belum ada keterangan resmi terkait apakah kabut berasal dari faktor meteorologis, aktivitas lokal, maupun pengaruh dari wilayah lain.
Untuk memastikan kondisi tersebut, Sumbarkita saat ini sedang menghubungi BMKG Minangkabau guna memperoleh penjelasan resmi terkait fenomena kabut asap yang menyelimuti Kota Padang.
Sementara itu, berdasarkan data pemantauan kualitas udara dari IQAir, indeks kualitas udara (Air Quality Index/AQI) di Padang tercatat berada pada kisaran 91 hingga 93, atau masuk dalam kategori sedang (moderate).
IQAir mencatat ozon (O₃) sebagai polutan utama dengan konsentrasi mencapai 226,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Adapun kadar partikel halus PM2.5 terukur sebesar 16,3 µg/m³, sementara PM10 berada di angka 17,5 µg/m³.
Peningkatan kadar ozon umumnya terjadi pada siang hingga sore hari akibat reaksi kimia antara polutan udara dan paparan sinar matahari. Kondisi ini kerap muncul pada cuaca cerah dengan suhu relatif tinggi, meski tidak selalu disertai kabut asap tebal.
IQAir memprakirakan kualitas udara di Padang akan berangsur membaik pada malam hingga dini hari seiring meningkatnya kelembapan udara dan menurunnya intensitas radiasi matahari. Masyarakat diimbau untuk tetap memantau informasi kualitas udara serta menyesuaikan aktivitas luar ruangan sesuai kondisi lingkungan.
















