Kabarminang – Warga Kampung Ngalau Gadang, Nagari Limau Gadang, Kecamatan Bayang Utara IV Nagari, Kabupaten Pesisir Selatan, harus menandu jenazah seorang petani sejauh sekitar tiga kilometer dari ambulans menuju rumah duka, Senin (26/1/2026) siang.
Jenazah tersebut diketahui bernama Syafril (56), petani yang berdomisili di Jorong Ngalau Gadang. Ambulans hanya mampu mengantar hingga batas jalan di kawasan Limau-Limau karena akses jalan dan jembatan menuju kampung masih terputus.
“Dari titik itu, jenazah ditandu warga secara bergotong royong karena kendaraan tidak bisa masuk ke kampung,” kata Wali Nagari Limau Gadang, Joharsa.
Ia menjelaskan, Kampung Ngalau Gadang hingga kini masih terisolasi sejak jembatan penghubung hanyut dan tertimbun longsor akibat banjir pada akhir November 2025. Kondisi tersebut menyebabkan akses kendaraan roda empat ke kampung tersebut terputus total.
Mirisnya, sebelum meninggal dunia, Syafril juga harus ditandu warga dari rumah menuju ambulans untuk mendapatkan pertolongan medis. Peristiwa itu terjadi pada Senin (26/1/2026) sekitar pukul 04.00 WIB, setelah korban mengeluhkan pusing dan sesak di bagian dada.
“Sekitar satu jam setelah tiba di rumah sakit, Syafril dinyatakan meninggal dunia, sekitar pukul 08.00 WIB jenazah dibawa ke kampung dan sampai di Ngalau Gadang jam 11.00 WIB” ujarnya.
Joharsa menambahkan, jenazah telah sampai di rumah duka dan dimakamkan oleh keluarga bersama warga setempat. Ia juga menyebutkan bahwa sebelumnya Syafril sempat menjalani pemeriksaan di rumah sakit Painan pada Rabu (21/1), dengan hasil pemeriksaan dinyatakan dalam kondisi baik. Namun, pada hari kejadian, keluhan pusing kembali dirasakan sehingga keluarga memutuskan membawa korban ke Padang.
















