Kabarminang — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan total korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terjadi pada akhir November 2025 mencapai 1.201 jiwa hingga Minggu (25/1/2026).
“Jumlah korban meninggal 1.201 jiwa, korban hilang 142 jiwa, dan 113,9 ribu orang mengungsi,” tulis data Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatera Tahun 2025 yang dilihat pukul 19.10 WIB.
Dari 10 kota dan kabupaten dengan korban meninggal terbanyak, Aceh Utara menjadi urutan pertama dengan 246 jiwa, kemudian Agam 194 jiwa, dan Tapanuli Tengah 130 jiwa.
Selain korban jiwa, BNPB juga merilis data sementara terkait kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum. Berikut rinciannya:
- Fasilitas pendidikan rusak: 4.546 unit
- Rumah rusak: 175.050 unit
- Rusak berat: 53.412 unit
- Rusak sedang: 45.085 unit
- Rusak ringan: 76.553 unit
- Jembatan terdampak: 810 unit
- Jalan terdampak: 2.164 km
- Rumah ibadah rusak: 803 unit
- Fasilitas kesehatan rusak: 215 unit
BNPB mencatat kerusakan tersebut tersebar di 53 kabupaten dan kota terdampak.
Data ini akan terus diperbarui secara berkala seiring dengan proses penanganan darurat dan pemulihan pascabencana yang masih berlangsung.
















