Kabarminang — Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kerugian akibat banjir di Pariaman mencapai Rp131,668 miliar.
“Banjir menyebabkan kerusakan infrastruktur cukup luas serta menimbulkan kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp131,668 miliar. Ini data sementara, tim masih melakukan pendataan di lapangan,” kata Kalaksa BPBD Kota Pariaman, Radius Syahbandar, Minggu (30/11/2025).
Ia mengatakan, kerugian tersebut mencakup beberapa aspek, yakni Pekerjaan Umum Rp109,349 miliar, pendidikan Rp8,360 miliar, pertanian Rp12,017 miliar, perikanan Rp1,200 miliar, perkebunan Rp621 juta, peternakan Rp20 juta.
Kerusakan paling banyak terjadi pada sektor jalan, beberapa ruas yang terdampak meliputi Jalan Lingkar Desa Kampung Apar, Jalan Desa Tungkal Selatan, Jalan WFC Pasir Sunur, Jalan Rimbo Sitapuang, serta Jalan Lingkung Desa Kalaut. Menurut Radius, akses yang terganggu ini telah berdampak pada aktivitas harian warga.
“Saat ini kita fokus kepada perbaikan agar mobilitas masyarakat kembali pulih,” katanya.
Selain itu, banjir juga merusak sejumlah tanggul dan dinding penahan di berbagai titik. Kerusakan terjadi pada Bendung Batang Piaman, Tanggul Sungai Batang Jirak, dan Tanggul Sungai Batang Mangor. Dinding penahan di Desa Kampung Apar, Desa Pungguang Lading, Desa Rambai, Desa Marunggi, Desa Kampung Batang Tajongkek, hingga Desa Balai Kurai Taji juga dilaporkan rusak.
“Kerusakan dinding penahan sangat krusial karena berfungsi menahan arus sungai saat debit meningkat. Jika tidak segera diperbaiki, wilayah sekitar tetap berisiko tinggi bila terjadi hujan susulan,” jelasnya.
Infrastruktur lain yang terdampak adalah bendungan. Laporan mencatat Bendungan Santok mengalami kerusakan akibat kuatnya arus banjir. Satu jembatan, yakni Jembatan WFC Desa Kampung Apar, juga tercatat rusak cukup berat sehingga tidak dapat dilalui.
















