“Petugas mengevakuasi mereka secara bertahap menuju posko yang telah disiapkan,” ujar Aiga.
Rombongan pertama yang terdiri dari 10 orang berhasil dievakuasi pada pukul 19.00 WIB. Selanjutnya, 20 orang lainnya berhasil dibawa menuju posko pada pukul 21.00 WIB.
Meski seluruh wisatawan telah berhasil diseberangkan, proses evakuasi secara keseluruhan baru dinyatakan selesai sekitar pukul 23.00 WIB. Dengan demikian, rombongan tersebut berada di kawasan wisata selama sekitar 13 jam sejak kedatangan mereka pada pagi hari.
Aiga merincikan, 29 mahasiswa yang berada dalam rombongan itu terdiri dari sembilan laki-laki dan 20 perempuan. Setelah berhasil dievakuasi, seluruh wisatawan kembali ke tempat masing-masing dengan pengawalan personel Polsek IV Koto.
“Semua wisatawan yang terjebak itu syukurnya tidak mengalami luka apapun,” ujar Aiga.
Dia menambahkan peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi wisatawan untuk memperhatikan kondisi cuaca sebelum berkunjung ke kawasan wisata air terjun. Hujan deras dapat menyebabkan debit sungai meningkat secara cepat dan membuat jalur penyeberangan tidak dapat dilalui.
Pengunjung juga perlu mengikuti arahan petugas serta menghindari penyeberangan sungai ketika arus deras demi mencegah risiko kecelakaan.



















