Sabtu, November 29, 2025
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis

220 Kilometer Rel, 80 Ribu Nyawa: Tragedi Kereta Api Sijunjung–Pekanbaru

Redaksi
Senin, 18 Agustus 2025 21:03
in Kabar Sumbar
Potret pekerja paksa di zaman Jepang. IST

Potret pekerja paksa di zaman Jepang. IST


Kabarminang – Jalur kereta api Muaro Sijunjung–Pekanbaru sepanjang 220 kilometer pernah menjadi proyek ambisius penjajahan Jepang di Indonesia. Dibangun pada masa pendudukan 1942–1945, jalur ini dirancang untuk mengangkut batubara dari Ombilin, Sumatera Barat, menuju pantai timur Sumatera melalui Sungai Siak, Riau. Namun, di balik proyek tersebut tersimpan kisah kelam penuh penderitaan para pekerja paksa atau romusha.

Awalnya, pembangunan rel kereta api di Sumatera merupakan gagasan kolonial Belanda untuk memperlancar transportasi hasil perkebunan dan tambang. Namun, proyek besar itu baru benar-benar digarap serius oleh Jepang. Bagi Negeri Sakura, jalur ini memiliki nilai strategis: mendukung logistik perang sekaligus mempercepat mobilisasi pasukan.

Pengerjaan jalur Pekanbaru–Muaro dilakukan dengan sistem kerja paksa. Ribuan romusha dikerahkan, baik dari penduduk lokal maupun pekerja paksa yang dibawa dari Jawa. Mereka bekerja siang dan malam, dengan bekal makanan seadanya. Siksaan dan kerja berat menjadi keseharian mereka di bawah pengawasan ketat mandor-mandor Jepang dan Korea.

Kondisi romusha sangat mengenaskan. Janji upah yang sempat disampaikan Jepang perlahan sirna. Hak-hak pekerja dipangkas, jatah makanan semakin dikurangi, hingga akhirnya mereka dipaksa bekerja tanpa bayaran dan tanpa bekal gizi layak. Makanan yang tersedia hanyalah rebusan sayur encer dan air.

Untuk bertahan hidup, para romusha sering berburu hasil hutan. Mereka memakan apa saja yang bisa ditangkap—pisang, ketela, umbi-umbian, talas hutan, hingga daging tikus, ular, dan babi hutan. Ikan dari sungai dan rawa pun menjadi pengganjal perut. Semua dimasak dengan cara sederhana, seringkali tanpa bumbu, bahkan tanpa garam.

Henk Hovinga dalam bukunya Op Dood Spoor menuliskan bahwa makan bagi romusha bukan lagi soal kenyang, melainkan soal bertahan hidup. Mereka berkongsi dua hingga tiga orang untuk merebus atau membakar hasil buruan di sela waktu kerja, meski seringkali dilakukan di tengah kegelapan malam.

Dikutip Kabarminang pada Senin (18/8), disebutkan bahwa proyek ambisius itu pun menelan korban jiwa yang sangat besar. Diperkirakan 80 ribu romusha tewas akibat kelaparan, penyakit, siksaan, dan kelelahan sepanjang pembangunan jalur kereta api Pekanbaru–Muaro. Angka ini menjadikan proyek tersebut sebagai salah satu tragedi kemanusiaan terbesar di Sumatera pada masa pendudukan Jepang.

Meski jalur kereta api Pekanbaru–Muaro akhirnya rampung pada tahun 1945, proyek ini segera terbengkalai. Jepang menyerah kepada Sekutu setelah bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki. Jalur yang dibangun dengan darah dan air mata itu pun ditinggalkan begitu saja.

Kini, sisa-sisa jalur kereta api Pekanbaru–Muaro masih dapat ditemukan di beberapa titik, menjadi saksi bisu penderitaan ribuan romusha. Jalur ini bukan sekadar infrastruktur peninggalan kolonial, tetapi juga monumen penderitaan yang mengingatkan betapa mahalnya harga kemerdekaan yang kini dinikmati bangsa Indonesia.


Tags: Jalur kereta api Muaro Sijunjung–PekanbaruKereta Api Sijunjung–Pekanbaru

Berita Terkait

Data Sementara Bencana Agam: 74 Warga Meninggal, Palembayan Terdampak Paling Parah

Korban Bencana Sumbar Bertambah: 88 Meninggal, 85 Hilang, Sebaran Jenazah Melebihi 100 Orang

29 November 2025
Polri Kirim Bantuan untuk Sumbar, Polres Padang Pariaman Pastikan Distribusi Lancar

Polri Kirim Bantuan untuk Sumbar, Polres Padang Pariaman Pastikan Distribusi Lancar

29 November 2025
Galodo Terjang Malalak Agam, Rumah dan Jalan Tertimbun Material Lumpur

Galodo dan Longsor Agam: 74 Meninggal, 78 Masih Hilang, Berikut Sebarannya

29 November 2025
25 Jenazah Korban Galodo di Jalan Padang–Bukittinggi Ditemukan, Puluhan Masih Dicari

25 Jenazah Korban Galodo di Jalan Padang–Bukittinggi Ditemukan, Puluhan Masih Dicari

29 November 2025
Ratusan Rumah Rusak dan Ribuan Warga Mengungsi di Padang Panjang Akibat Bencana

Ratusan Rumah Rusak dan Ribuan Warga Mengungsi di Padang Panjang Akibat Bencana

29 November 2025
1.043 Warga Padang Panjang Diungsikan ke Sembilan Lokasi, Evakuasi Masih Berlanjut

1.043 Warga Padang Panjang Diungsikan ke Sembilan Lokasi, Evakuasi Masih Berlanjut

29 November 2025
Next Post
Tersangka Pemutilasi dan Pemakan Daging Manusia di Pesisir Selatan Diserahkan ke Kejaksaan

Tersangka Pemutilasi dan Pemakan Daging Manusia di Pesisir Selatan Diserahkan ke Kejaksaan

Tinggalkan Komentar

TERPOPULER

Ayah Kandung yang Tusuk Pelaku Pencabulan Anaknya di Padang Pariaman Terancam Hukuman Mati

Ayah Kandung yang Tusuk Pelaku Pencabulan Anaknya di Padang Pariaman Terancam Hukuman Mati

17 November 2025

Dirampok, Wanita Lansia di Agam Dipukul dan Dicekik, 2 Emas Hilang

Dirampok, Wanita Lansia di Agam Dipukul dan Dicekik, 2 Emas Hilang

20 November 2025

Jalan Malalak–Sicincin Lumpuh Total, Pengendara Terjebak

Jalan Malalak–Sicincin Lumpuh Total, Pengendara Terjebak

24 November 2025

13 Kabupaten dan Kota Terdampak Bencana Hidrometeorologi di Sumbar, Ribuan Jiwa Mengungsi

13 Kabupaten dan Kota Terdampak Bencana Hidrometeorologi di Sumbar, Ribuan Jiwa Mengungsi

26 November 2025

25 Jenazah Korban Galodo di Jalan Padang–Bukittinggi Ditemukan, Puluhan Masih Dicari

25 Jenazah Korban Galodo di Jalan Padang–Bukittinggi Ditemukan, Puluhan Masih Dicari

29 November 2025

Jalan Padang–Alahan Panjang Lumpuh Total Akibat Longsor

Jalan Padang–Alahan Panjang Lumpuh Total Akibat Longsor

25 November 2025

Ini Penjelasan Ilmiah di Balik Bencana Hidrometeorologi yang Melanda Sumbar

Ini Penjelasan Ilmiah di Balik Bencana Hidrometeorologi yang Melanda Sumbar

27 November 2025

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2025 Kabarminang.com

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Sumatera Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Ranah Minang
  • Pilkada
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Ramadhan
  • Tekno
  • Kabar Sumbar
  • Kabupaten Dharmasraya
  • Kabupaten Limapuluh Kota
  • Kabupaten Padang Pariaman
  • Kabupaten Pasaman Barat
  • Kabupaten Sijunjung
  • Kabupaten Solok
  • Kabupaten Solok Selatan
  • Kota Bukittinggi
  • Kota Padang
  • Kota Padang Panjang
  • Kota Pariaman
  • Kota Payakumbuh
  • Kota Solok
  • Kabar Rantau

© 2025 KabarMinang.com.