Selasa, Februari 3, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis

220 Kilometer Rel, 80 Ribu Nyawa: Tragedi Kereta Api Sijunjung–Pekanbaru

Redaksi
Senin, 18 Agustus 2025 21:03
in Kabar Sumbar
Potret pekerja paksa di zaman Jepang. IST

Potret pekerja paksa di zaman Jepang. IST


Kabarminang – Jalur kereta api Muaro Sijunjung–Pekanbaru sepanjang 220 kilometer pernah menjadi proyek ambisius penjajahan Jepang di Indonesia. Dibangun pada masa pendudukan 1942–1945, jalur ini dirancang untuk mengangkut batubara dari Ombilin, Sumatera Barat, menuju pantai timur Sumatera melalui Sungai Siak, Riau. Namun, di balik proyek tersebut tersimpan kisah kelam penuh penderitaan para pekerja paksa atau romusha.

Awalnya, pembangunan rel kereta api di Sumatera merupakan gagasan kolonial Belanda untuk memperlancar transportasi hasil perkebunan dan tambang. Namun, proyek besar itu baru benar-benar digarap serius oleh Jepang. Bagi Negeri Sakura, jalur ini memiliki nilai strategis: mendukung logistik perang sekaligus mempercepat mobilisasi pasukan.

Pengerjaan jalur Pekanbaru–Muaro dilakukan dengan sistem kerja paksa. Ribuan romusha dikerahkan, baik dari penduduk lokal maupun pekerja paksa yang dibawa dari Jawa. Mereka bekerja siang dan malam, dengan bekal makanan seadanya. Siksaan dan kerja berat menjadi keseharian mereka di bawah pengawasan ketat mandor-mandor Jepang dan Korea.

Kondisi romusha sangat mengenaskan. Janji upah yang sempat disampaikan Jepang perlahan sirna. Hak-hak pekerja dipangkas, jatah makanan semakin dikurangi, hingga akhirnya mereka dipaksa bekerja tanpa bayaran dan tanpa bekal gizi layak. Makanan yang tersedia hanyalah rebusan sayur encer dan air.

Untuk bertahan hidup, para romusha sering berburu hasil hutan. Mereka memakan apa saja yang bisa ditangkap—pisang, ketela, umbi-umbian, talas hutan, hingga daging tikus, ular, dan babi hutan. Ikan dari sungai dan rawa pun menjadi pengganjal perut. Semua dimasak dengan cara sederhana, seringkali tanpa bumbu, bahkan tanpa garam.

Henk Hovinga dalam bukunya Op Dood Spoor menuliskan bahwa makan bagi romusha bukan lagi soal kenyang, melainkan soal bertahan hidup. Mereka berkongsi dua hingga tiga orang untuk merebus atau membakar hasil buruan di sela waktu kerja, meski seringkali dilakukan di tengah kegelapan malam.

Dikutip Kabarminang pada Senin (18/8), disebutkan bahwa proyek ambisius itu pun menelan korban jiwa yang sangat besar. Diperkirakan 80 ribu romusha tewas akibat kelaparan, penyakit, siksaan, dan kelelahan sepanjang pembangunan jalur kereta api Pekanbaru–Muaro. Angka ini menjadikan proyek tersebut sebagai salah satu tragedi kemanusiaan terbesar di Sumatera pada masa pendudukan Jepang.

Meski jalur kereta api Pekanbaru–Muaro akhirnya rampung pada tahun 1945, proyek ini segera terbengkalai. Jepang menyerah kepada Sekutu setelah bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki. Jalur yang dibangun dengan darah dan air mata itu pun ditinggalkan begitu saja.

Kini, sisa-sisa jalur kereta api Pekanbaru–Muaro masih dapat ditemukan di beberapa titik, menjadi saksi bisu penderitaan ribuan romusha. Jalur ini bukan sekadar infrastruktur peninggalan kolonial, tetapi juga monumen penderitaan yang mengingatkan betapa mahalnya harga kemerdekaan yang kini dinikmati bangsa Indonesia.


Tags: Jalur kereta api Muaro Sijunjung–PekanbaruKereta Api Sijunjung–Pekanbaru

Berita Terkait

Gunungan Sampah TPA di Padang Jadi Sumber Pakan Sapi dan Kambing

Gunungan Sampah TPA di Padang Jadi Sumber Pakan Sapi dan Kambing

3 Februari 2026
Nenek Saudah Korban Penganiayaan Penambang Ilegal di Pasaman Menangis di DPR, Keluarga Minta Keadilan

Kasus Nenek Saudah Dibawa ke DPR, Polda Sumbar Diminta Bongkar Seluruh Pelaku Penganiayaan

3 Februari 2026
Sengketa Lahan di Dharmasraya Belum Usai, HGU PT TKA Terancam Dicabut

Sengketa Lahan di Dharmasraya Belum Usai, HGU PT TKA Terancam Dicabut

3 Februari 2026
BMKG: Hujan Petir dan Gelombang 2,5 Meter Ancam Perairan Sumbar 30–31 Januari 2026

BMKG: Hujan Petir dan Gelombang 2,5 Meter Ancam Perairan Sumbar pada 4–5 Februari 2026

3 Februari 2026
Antisipasi Gagal Panen, Pemko Pariaman Semprot Hama Wereng di Desa Cubadak Air

Antisipasi Gagal Panen, Pemko Pariaman Semprot Hama Wereng di Desa Cubadak Air

3 Februari 2026
Pemko Padang Siapkan 150 Instruktur Pesantren Ramadan melalui Pelatihan Master of Trainer

Pemko Padang Siapkan 150 Instruktur Pesantren Ramadan melalui Pelatihan Master of Trainer

3 Februari 2026
Next Post
Tersangka Pemutilasi dan Pemakan Daging Manusia di Pesisir Selatan Diserahkan ke Kejaksaan

Tersangka Pemutilasi dan Pemakan Daging Manusia di Pesisir Selatan Diserahkan ke Kejaksaan

Tinggalkan Komentar

TERPOPULER

Tes Kehamilan di Sekolah, 1 Siswi SMP di Pesisir Selatan Positif Hamil

Tes Kehamilan di Sekolah, 1 Siswi SMP di Pesisir Selatan Positif Hamil

2 Februari 2026

Ambulans Tabrak Truk di Sijunjung, Hendak Bawa Pasien ke Padang

Ambulans Tabrak Truk di Sijunjung, Hendak Bawa Pasien ke Padang

29 Januari 2026

Kecelakaan Beruntun di Agam, 2 Pria Tergeletak

Kecelakaan Beruntun di Agam, 2 Pria Tergeletak

28 Januari 2026

Ayah Kandung yang Tusuk Pelaku Pencabulan Anaknya di Padang Pariaman Terancam Hukuman Mati

Ayah Kandung yang Tusuk Pelaku Pencabulan Anaknya di Padang Pariaman Terancam Hukuman Mati

17 November 2025

Nenek 80 Tahun di Payakumbuh Babak Belur Dianiaya Perampok, Cincin Dirampas

Nenek 80 Tahun di Payakumbuh Babak Belur Dianiaya Perampok, Cincin Dirampas

26 Januari 2026

Truk Tangki Tabrak Motor di Padang, Seorang Penumpang Tewas

Truk Tangki Tabrak Motor di Padang, Seorang Penumpang Tewas

1 Februari 2026

Kecelakaan di Pesisir Selatan, Seorang Pelajar Tewas

Kecelakaan di Pesisir Selatan, Seorang Pelajar Tewas

28 Januari 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Sumatera Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Ranah Minang
  • Pilkada
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Ramadhan
  • Tekno
  • Kabar Sumbar
  • Kabupaten Dharmasraya
  • Kabupaten Limapuluh Kota
  • Kabupaten Padang Pariaman
  • Kabupaten Pasaman Barat
  • Kabupaten Sijunjung
  • Kabupaten Solok
  • Kabupaten Solok Selatan
  • Kota Bukittinggi
  • Kota Padang
  • Kota Padang Panjang
  • Kota Pariaman
  • Kota Payakumbuh
  • Kota Solok
  • Kabar Rantau

© 2025 KabarMinang.com.