Kabarminang — Polisi selidiki dua penambang emas tradisional inisial DK dan RF yang tewas tertimbun longsor di Jorong Lintas Harapan, Nagari Palangki, Kecamatan IV Nagari, Sijunjung, pada Kamis (9/4/2026) sore.
Kapolres Sijunjung AKBP Willian, mengatakan, lokasi penambangan tersebut merupakan bekas tambang lama yang sebelumnya telah ditinggalkan. Namun, aktivitas penambangan kembali dilakukan oleh korban bersama warga lainnya atas inisiatif sendiri guna memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari.
Ia melanjutkan, pihaknya telah mengamankan sejumlah peralatan yang digunakan dalam kegiatan penambangan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
“Saat ini kami sudah mengamankan peralatan seperti mesin pompa air (robin), selang, dan alat dulang yang digunakan,” ujarnya, Minggu (12/4).
Ia mengatakan, longsor diduga dipicu tingginya curah hujan dalam beberapa hari sebelumnya sehingga menyebabkan kondisi tanah menjadi labil.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya, terutama saat melakukan aktivitas di wilayah rawan longsor, terlebih dalam kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi.
Kronologi Kejadian
Diberitakan sebelumnya, Wali Nagari Palangki, Jasman, mengatakan pada saat kejadian terdapat sekitar 20 orang warga yang sedang melakukan aktivitas penambangan di kawasan tersebut.
“Pada saat aktivitas penambangan, tiba-tiba tanah longsor, namun dua warga tidak sempat menghindar dan tertimbun. Longsor itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB,” ujarnya kepada Sumbarkita, Jumat (10/4/2026).













