Kabarminang – Sebanyak 16 jenazah korban galodo yang ditemukan di aliran Sungai Batang Anai, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, telah berhasil diidentifikasi oleh Sat Reskrim Polres Padang Pariaman menggunakan alat Innafis. Daftar identitas ini dirilis Pemerintah Kota Padang Panjang, Sabtu (29/11/2025) pukul 15.00 WIB.
Daftar 16 Korban yang Telah Teridentifikasi
- Nilmawati (59) – Silaing Bawah, Kota Padang Panjang
- Riki Saputra (38) – Singgalang, Kabupaten Tanah Datar
- Junimar (52) – Silaing Bawah, Kota Padang Panjang
- Agung Purnomo (35) – PLN Bukittinggi
- Silvi Marta Putri (25) – Pantai Cermin, Kabupaten Solok
- Roby Handaryo (32) – TNI AD, Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar
- Maryulis (52) – Silaing Bawah, Kota Padang Panjang
- Zainal (Manang) (50) – Silaing Bawah, Kota Padang Panjang
- Fitri Ramayani (29) – Silaing Bawah, Kota Padang Panjang
- Hengki (44) – Silaing Bawah, Kota Padang Panjang
- Netti (43) – Silaing Bawah, Kota Padang Panjang
- Zeni S. Marpaung (24) – Anggota Subdenpom 1/4–5, Gumala, Kota Padang Panjang
- Rahayu Putri Anjani (21) – Pantai Cermin, Kabupaten Solok
- Meri Ardani (30) – Silaing Bawah, Kota Padang Panjang
- Angger Raja P. (25) – Lamposi, Kota Payakumbuh
- Gusrial (Ujang) (37) – Tiakar, Kota Payakumbuh
Enam Korban Baru Ditemukan, Total 25 Korban
Tim gabungan sebelumnya kembali menemukan tujuh korban galodo dan longsor besar yang menerjang kawasan Jembatan Kembar di jalur Padang–Bukittinggi, tepatnya di perbatasan Padang Panjang dan Tanah Datar. Penemuan pada Sabtu (29/11/2025) tersebut menambah total temuan menjadi 26 korban.
Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, menjelaskan bahwa sebagian besar korban ditemukan di sepanjang jalur galodo, terutama di kawasan Kayu Tanam pada aliran Sungai Batang Anai.
“Perkembangan hari ini, ada penambahan tujuh korban lagi yang berhasil ditemukan oleh tim gabungan,” ujarnya.
Menurut Kapolres, laporan dari posko lapangan dan keluarga menunjukkan bahwa jumlah warga hilang masih sangat besar akibat galodo yang terjadi pada Kamis (27/11/2025).
“Dari hasil pengumpulan data di lapangan dan laporan keluarga, ada sekitar 60 orang yang dinyatakan hilang,” jelasnya.
Pencarian Berlanjut Sepanjang Jalur Material
Sejak Jumat (28/11/2025) pagi, tim gabungan menelusuri jalur galodo mulai dari titik nol Jembatan Kembar, turunan Kayu Tanam, hingga cekungan material di Batang Anai. Pencarian dilanjutkan hingga Sabtu.
“Korban yang sudah ditemukan sebelumnya berjumlah 19 orang. Dengan tambahan tujuh korban hari ini, totalnya menjadi 26 orang. Banyak di antaranya ditemukan di tumpukan material yang mengeras di aliran sungai Batang Anai,” kata AKBP Faisol.













