Kabarminang — Banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Agam sejak beberapa hari terakhir terus memakan korban jiwa. Berdasarkan update resmi yang dirilis Diskominfo Agam, hingga Jumat (28/11/2025) pukul 08.00 WIB, 13 orang meninggal dunia.
Dari data tersebut, korban meninggal terdiri atas 1 orang di Palupuah, 2 di Tanjung Raya, 8 di Malalak, 1 di Matur, dan 1 orang di Palembayan. Kemudian, 10 orang hingga saat ini masih dalam pencarian tim gabungan.
Berikut korban dalam pencarian:
1. Joni Candar (30) – Warga Kecamatan Lubuk Basung
2. Afrizul – Tanjung Raya
3. Mariana – Tanjung Raya
4. Salma – Kecamatan Malalak
5. Mirzaki – Kecamatan Malalak
6. En – Kecamatan Malalak
7. Qilla – Kecamatan Malalak
8. Adnan – Kecamatan Malalak
9. Adi – Kecamatan Malalak
10. Yar – Kecamatan Malalak
Sebanyak 49 rumah rusak berat, 22 rusak sedang, dan 468 rusak ringan. Informasi akan diperbarui setelah tim Sumbarkita menerima data lanjutan dari BPBD dan pihak terkait.
Banjir bandang ini terjadi di tengah peringatan dini cuaca ekstrem di Sumatera Barat yang dikeluarkan BMKG hingga 29 November 2025.
















