Bencana itu, kata Emri, juga mengakibatkan dua jembatan rusak, yaitu Jembatan Kampuang Guci menuju Kampuang Tanjung di Nagari Kasang dan Jembatan Pilubang menuju Batang Sariak di Nagari Katapiang.
”Bendungan Lubuak Sekoci Ladang Laweh di Nagari Sicincin juga rusak. Begitu pula Saluran irigasi Saranggagak serta saluran irigasi Lubang Bibuak di Nagari Lubuak Pandan,” ujarnya.
Perihal tanah longsor, Emri mengatakan bahwa longsor menghantam SDN 10 Batang Gasan sehingga membuat sebuah bangunan sekolah itu rusak. Selain itu, katanya, longsor menimbun badan jalan di Korong Asam Pulau, Nagari Anduriang, serta Korong Alahan Panjang, Nagari Sikucua Barat.
Ermi menyatakan bahwa belum ada laporan korban jiwa akibat bencana tersebut. Perihal kerugian materiel, pihaknya melakukan pendataan.
Untuk membantu korban bencana, kata Emri, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman langsung meninjau lokasi terdampak, memberikan nasi bungkus kepada pengungsi, dan mendirikan dapur umum untuk warga terdampak. Selain itu, katanya, Satgas TRC PB BPBD Padang Pariaman mengevakuasi korban, berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari, serta melakukan pendataan dan penilaian.
“Pemerintah kecamatan dan nagari terus memantau lokasi terdampak dan melaporkan kondisi ke Pusdalops PB,” ucapnya.
Emri menyampaikan bahwa pihaknya terus mengadakan rapat koordinasi dengan semua pemangku kepentingan (stakeholders), termasuk dengan TNI, Polri, relawan, masyarakat, dan berbagai organisasi perangkat daerah terkait, seperti Dinas PUPR, Dinas Kominfo, Satpol PP Damkar, BKPSDM, BPKD, Inspektorat, Sekretariat Daerah, dan Bagian Hukum.
Hingga Minggu (23/11) pukul 14.00 WIB, kata Emri, debit air beberapa lokasi mulai menyusut meski hujan masih turun di sebagian wilayah.















