Kabarminang — Sebelas kecamatan di Padang Pariaman diterjang banjir, longsor, dan angin kencang akibat hujan lebat sejak Sabtu (22/11) pukul 8.00 WIB hingga Minggu (23/11) pagi.
Informasi itu disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman. Ia mengatakan bahwa banjir melanda tujuh kecamatan, yaitu Kecamatan Lubuak Aluang di Nagari Lubuak Aluang, Kecamatan Batang Anai di Nagari Kasang dan Katapiang, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang di Nagari Sintuak, Kecamatan Ulakan Tapakih di Nagari Kampuang Galapuang Ulakan dan Manggopoh Palak Gadang Ulakan, Kecamatan 2×11 Anam Lingkuang di Nagari Sicincin dan Lubuak Pandan, Kecamatan Anam Lingkuang di Nagari Pakandangan, serta Kecamatan Nan Sabaris di Nagari Sunua Tengah.
“Curah hujan tinggi membuat debit air sejumlah sungai meluap sehingga mengakibatkan banjir,” ujarnya.
Sementara itu, kata Emri, longsor terjadi di empat kecamatan, yakni Kecamatan Anam Lingkuang di Nagari Parik Malintang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam di Nagari Kapalo Hilalang dan Anduriang, Kecamatan Batang Gasan di Nagari Gasan Gadang, serta Kecamatan V Koto di Nagari Sikucua Barat.
Adapun angin kencang, kata Emri, melanda dua kecamatan, yaitu Kecamatan Ulakan Tapakih di Nagari Tapakih dan Kecamatan Sungai Garinggiang di Nagari Sungai Sirah Kuranji Hulu.
“Sebelum peristiwa itu terjadi, BMKG sudah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk Padang Pariaman,” tuturnya.
Akibat bencana itu, kata Emri, rumah 190 kepala keluarga, di antaranya satu rumah rusak. Selain itu, katanya, lahan pertanian terendam air.
Sementara itu, kata Emri, dua ruas jalan rusak. termasuk jalan di depan RSUD Padang Pariaman menuju Polres Padang Pariaman, yang putus, dan jalan rabat beton Korong Pasa Limau, yang ambles.















