Kabarminang – Sulaman Kapalo Samek asal Kabupaten Padang Pariaman berhasil meraih Juara I dalam ajang KriyaNusa 2026 yang digelar di Jakarta. Prestasi tersebut menjadi peluang bagi kerajinan khas daerah itu untuk memperluas pasar hingga tingkat nasional dan internasional.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis saat memimpin apel gabungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman di halaman Kantor Bupati Padang Pariaman, Senin (5/10/2026).
John Kenedy Azis menyampaikan terima kasih kepada aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap pengembangan Sulaman Kapalo Samek hingga mampu meraih prestasi di tingkat nasional.
“Terima kasih kepada seluruh ASN dan masyarakat yang telah berpartisipasi dan memberikan dukungan penuh terhadap Sulaman Kapalo Samek,” ujar John Kenedy Azis.
Selain Sulaman Kapalo Samek, Padang Pariaman juga meraih peringkat III untuk kerajinan Kampie Siriah dalam ajang tersebut.
Menurut John Kenedy Azis, capaian itu harus menjadi momentum untuk melihat lebih banyak potensi kerajinan dan ekonomi kreatif di Padang Pariaman yang dapat dikembangkan sebagai sumber penghasilan masyarakat.
Ia meminta ASN tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi turut turun ke tengah masyarakat untuk menemukan berbagai potensi yang selama ini belum tergarap secara maksimal.
“ASN harus mendukung seluruh program dan kerajinan yang ada di tengah masyarakat. Kita harus bisa mengangkat dan mengorbitkannya ke tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.
John Kenedy Azis mengatakan keberhasilan Sulaman Kapalo Samek tidak boleh berhenti pada raihan penghargaan. Menurutnya, prestasi tersebut perlu dilanjutkan dengan memperluas pemasaran, meningkatkan kualitas produk, memperkuat promosi, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi para perajin.
Ia juga menyebut Sulaman Kapalo Samek memiliki daya tarik di pasar internasional. Bahkan, menurutnya, kerajinan tersebut diminati hingga Belgia.
“Sulaman Kapalo Samek ini sangat laku di pasar internasional. Bahkan di negara Belgia sangat diminati,” ungkapnya.
Karena itu, ia mendorong seluruh perangkat daerah untuk bersama-sama mencari dan mengembangkan potensi lain yang dimiliki masyarakat Padang Pariaman.
“Bukan hanya Sulaman Kapalo Samek. Mungkin ada kerajinan lain atau hal-hal lain yang bisa dikembangkan demi kemajuan ekonomi Padang Pariaman ke depan,” katanya.
Ia menegaskan pembangunan ekonomi masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. ASN, kata dia, harus mampu menjadi penghubung antara potensi masyarakat dengan pemerintah, pasar, dunia usaha, serta peluang pemasaran yang lebih luas.
“Marilah kita saling berkolaborasi, saling berkoordinasi dan saling bekerja sama untuk kemajuan masyarakat Padang Pariaman,” pungkasnya.
Keberhasilan Sulaman Kapalo Samek di KriyaNusa 2026 diharapkan dapat mendorong perajin lainnya untuk mengembangkan produk lokal. Kerajinan yang lahir dari masyarakat di nagari tersebut berpotensi menjadi sumber pendapatan sekaligus memperkuat identitas budaya Padang Pariaman di pasar yang lebih luas.




















