Kabarminang – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar asal Sumatera Barat di tingkat nasional. Aisyahana Mazea Idris, siswi madrasah asal Kota Padang, berhasil meraih medali emas dalam Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2026 yang berlangsung di Yogyakarta pada 17–19 Oktober 2026.
Tak hanya meraih medali emas, Aisyahana juga memperoleh penghargaan khusus Best Campaign melalui riset bertajuk “Madrasah Smart Hajj (Strategi Menjemput Baitullah Sejak Sekolah)”. Karya tersebut mengangkat gagasan untuk menumbuhkan minat menabung haji di kalangan pelajar melalui pendekatan digital dan strategi kampanye yang sesuai dengan lingkungan sekolah.
Aisyahana merupakan siswi MTsN 6 Kota Padang. Dalam kompetisi tersebut, ia mengangkat persoalan panjangnya daftar tunggu ibadah haji dan besarnya setoran awal untuk memperoleh nomor porsi sebagai latar belakang penelitiannya.
Persoalan itu kemudian dikembangkan menjadi gagasan yang berorientasi pada pembentukan kesadaran menabung haji sejak usia sekolah. Melalui inovasi Madrasah Smart Hajj, Aisyahana berupaya mendorong pelajar mengenal pentingnya perencanaan keuangan untuk mempersiapkan ibadah haji sejak dini.
Dalam risetnya, Aisyahana menggunakan pendekatan sequential exploratory untuk menggali persoalan dan merumuskan strategi yang dapat meningkatkan ketertarikan pelajar terhadap kebiasaan menabung haji.
Gagasan tersebut menghubungkan persoalan perencanaan ibadah haji dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Teknologi digital dan strategi kampanye dimanfaatkan sebagai bagian dari upaya membangun pemahaman serta minat pelajar untuk mulai mempersiapkan kebutuhan ibadah sejak bangku sekolah.
Selain menjadi bentuk inovasi di bidang pendidikan, riset tersebut juga mengangkat pentingnya menumbuhkan kesadaran finansial sejak dini. Melalui pendekatan itu, pelajar diajak memahami bahwa perencanaan masa depan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dibangun secara bertahap.
Penghargaan Best Campaign yang diraih Aisyahana melengkapi medali emas dalam kompetisi tersebut. Dua capaian itu menjadi pengakuan atas karya yang dibawanya dalam ajang riset dan inovasi tingkat nasional.





















