Kabarminang – Sebanyak 53 cabang olahraga dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Pertandingan digelar di berbagai lokasi di 12 kabupaten dan kota, sehingga jadwal setiap cabang perlu diperhatikan oleh atlet, kontingen, maupun masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan.
Rangkaian pertandingan tidak seluruhnya dimulai bersamaan dengan pembukaan Porprov. Sejumlah cabang olahraga telah dijadwalkan bertanding sejak sebelum seremoni pembukaan, sementara lainnya berlangsung hingga 14 Oktober 2026. Perbedaan jadwal dan lokasi ini membuat peserta maupun penonton perlu mengacu pada jadwal masing-masing cabang olahraga.
Ketua Panitia Pelaksana Porprov Sumbar 2026, Septri, mengatakan konsep tuan rumah bersama diterapkan dengan mempertimbangkan kondisi anggaran daerah.
Porprov XVI Sumbar tahun ini mendapat alokasi sekitar Rp12 miliar dari APBD Sumbar. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan anggaran penyelenggaraan Porprov 2018 yang mencapai sekitar Rp46 miliar.
“Kami harus realistis dengan kondisi keuangan. Format joint host ini menjadi solusi sekaligus sejarah baru dengan keterlibatan 12 daerah,” ujarnya.
Keterbatasan anggaran tersebut diatasi dengan memaksimalkan fasilitas milik pemerintah daerah serta menggandeng pihak swasta melalui dukungan sponsor. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar juga melakukan rasionalisasi anggaran bersama pengurus provinsi masing-masing cabang olahraga.
Porprov XVI Sumbar menjadi ajang olahraga tingkat provinsi pertama di Sumbar setelah vakum selama delapan tahun. Porprov terakhir digelar di Kabupaten Padang Pariaman pada 2018.
Penyelenggaraan Porprov kemudian terkendala pandemi Covid-19 dan persoalan pendanaan daerah. Tahun ini, pembukaan yang sebelumnya direncanakan di Kabupaten Solok dipindahkan ke Kota Padang setelah wilayah tersebut dilanda bencana galodo.


















