Kabarminang — Sebanyak 20 peserta kegiatan pemulihan trauma (trauma healing) pascabencana banjir bandang (galodo) Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, dilarikan ke RSUD Arosuka pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 20.00 WIB setelah mengalami mual dan muntah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, Alber Fitri Eka, mengatakan bahwa dari 20 peserta tersebut, 19 orang merupakan anak-anak, sedangkan satu orang di antaranya merupakan orang dewasa.
“Mayoritas pasien mendapat penanganan di Unit Gawat Darurat RSUD Arosuka,” ujar Alber.
Alber menginformasikan bahwa para peserta mulai berdatangan ke RSUD Arosuka sekitar pukul 20.00 WIB dengan keluhan kesehatan, terutama mual dan muntah.
“Para korban sudah ditangani langsung yang datang ke UGD dan kita berikan obat. Rata-rata pasien mengeluhkan mual-mual,” ucap Alber kepada Kabarminang.com pada Senin (5/10/2026).
Alber menerangkan bahwa para peserta sebelumnya mengikuti kegiatan pemulihan trauma yang digelar sejumlah komunitas literasi dari Kota Solok bagi peserta yang terdampak bencana galodo Arosuka. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Raya Ikhlas Arrahman Arosuka. Setelah kegiatan selesai, para peserta mendapatkan susu kambing yang dibagikan oleh relawan.
Meski demikian, kata Alber, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para peserta masih diselidiki. Karena itu, ia belum dapat memastikan apakah keluhan kesehatan yang dialami para peserta berkaitan dengan susu kambing yang dibagikan setelah kegiatan pemulihan trauma.
Setelah menjalani observasi sekitar dua jam, kata Alber, pasien yang kondisinya membaik diperbolehkan pulang untuk menjalani pengobatan rawat jalan.
Alber mengatakan bahwa petugas rumah sakit meminta keluarga tetap memantau kondisi pasien setelah pulang. Jika muncul keluhan kembali atau kondisi pasien memburuk, katanya, keluarga diminta segera membawa pasien kembali ke rumah sakit.
Alber juga menyampaikan bahwa pemerintah setempat tidak mengetahui pelaksanaan kegiatan pemulihan trauma tersebut. Menurutnya, kegiatan yang dilakukan komunitas tersebut kemungkinan bertujuan membantu peserta yang terdampak bencana.


















