“Alhamdulillah, kondisi api sudah padam total sekitar pukul 16.21 WIB setelah tim kami berjibaku memutus perambatan api agar tidak menghanguskan seluruh bangunan rumah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Zuhelmi menaksir kerugian materiil akibat peristiwa kebakaran mobil ini mencapai puluhan juta rupiah bagi pemilik kendaraan.
“Untuk satu unit mobil Kijang tersebut, estimasi kerugiannya mencapai sekitar Rp60 juta, namun kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tambahnya.
Zuhelmi memaparkan bahwa untuk menjamin percepatan pemadaman, pihaknya mengerahkan dua unit armada pemadam kebakaran dari dua pos yang berbeda. Penanganan tersebut melibatkan satu unit armada dari Pos Arosuka dan dibantu satu unit armada cadangan dari Pos Koto Baru karena lokasi yang berada di area padat.
Petugas yang diterjunkan ke lokasi berjumlah delapan personel gabungan yang berasal dari Regu X Piket Arosuka dan bantuan dari Regu VII Piket Koto Baru.
“Personel kami bekerja di bawah pengamanan anggota Babhinsa setempat untuk memastikan situasi tetap kondusif saat proses pemadaman berlangsung,” tutur Zuhelmi.
Zuhelmi menyatakan hingga saat ini penyebab pasti munculnya api dari kendaraan tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh tim di lapangan.
“Penyebabnya belum diketahui pasti; kami masih menunggu laporan lengkap dan hasil olah tempat kejadian perkara dari rekan-rekan petugas,” tegasnya.
Zuhelmi memastikan bahwa meskipun api sempat merembes ke bangunan, tidak ada ruko atau toko di sekitar lokasi yang ikut ludes terbakar dalam insiden ini. Kondisi terakhir di lokasi kejadian dilaporkan sudah aman terkendali, dan bangkai kendaraan yang terbakar telah dipinggirkan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
Zuhelmi mengapresiasi kesigapan warga Sawah Ilie yang secara gotong royong membantu petugas menyiramkan air sebelum armada pemadam tiba.
“Kerja sama antara warga dan petugas sangat membantu sehingga dampak kerugian tidak meluas ke rumah-rumah warga lainnya,” pungkas Zuhelmi menutup informasi.














