Bagi Mardiani, perjuangan membiayai pendidikan anak bukanlah upaya untuk menjadikan mereka sebagai penopang kehidupan orangtua pada masa tua. Ia ingin anak-anaknya memiliki kehidupan yang lebih baik dan tidak mengalami kesulitan ekonomi seperti yang dirasakan dirinya bersama suami.
“Anak-anak bukan untuk menjadi jaminan masa tua kami. Kami hanya ingin melihat mereka tidak merasakan kesusahan yang kami rasakan,” katanya.
Bantuan Mulai Berdatangan
Di tengah kebutuhan biaya yang masih belum terpenuhi, dukungan dari masyarakat mulai mengalir untuk membantu keberangkatan Heldiansyah.
Tim Srikandi Semangat Bersedekah telah mengunjungi tempat orangtua Heldiansyah berjualan dan menyerahkan bantuan sebesar Rp500 ribu. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi biaya keberangkatan pemuda itu ke Mesir.
Selain itu, MRPB Peduli disebut akan turut membantu dengan menyalurkan sedikitnya Rp1 juta dari kas yang tersedia.
Meski demikian, bantuan yang telah diberikan dan direncanakan tersebut masih jauh dari kebutuhan keberangkatan yang mencapai sekitar Rp36 juta.
Dengan jadwal keberangkatan yang semakin dekat, keluarga Heldiansyah masih berupaya mencari tambahan biaya. Mereka berharap pemuda itu dapat berangkat ke Mesir sesuai jadwal dan melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar setelah melewati perjalanan panjang untuk meraih kesempatan tersebut.





















