“Karena jaraknya jauh, mereka baru sampai dan meminta bantuan sekitar pukul sepuluh malam. Setelah itu petugas bersama keluarga korban melakukan evakuasi,” jelas Andreanaldo.
Dari proses evakuasi tersebut, empat orang yang tertimbun ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Keempat korban yakni Rafli Irfan, Defriadi, Zulpad Rianto dan Firmandani.
Rafli Irfan diketahui merupakan warga Jorong Sariak Taba, Nagari Lubuk Gadang. Defriadi merupakan warga Jorong Kampung Dalam, Nagari Lubuk Gadang Utara.
Sementara Zulpad Rianto dan Firmandani tercatat sebagai warga Jorong Sungai Aro, Nagari Lubuk Gadang Timur.
Berdasarkan informasi dari seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan, Rafli Irfan sehari-hari bekerja sebagai petani. Defriadi dan Zulpad Rianto disebut bekerja sebagai wiraswasta, sedangkan Firmandani berprofesi sebagai petani.
Sebelumnya, beredar informasi di tengah masyarakat yang menyebut sebanyak 10 orang tertimbun dalam aktivitas tambang emas di kawasan tersebut. Namun, Kapolres Solok Selatan mengatakan data sementara yang diperoleh kepolisian menunjukkan empat orang meninggal dunia.
Andreanaldo menyebut aktivitas yang dilakukan para korban merupakan kegiatan mendulang emas secara manual dan tidak menggunakan alat berat.
“Kadang masyarakat mendulang secara bersamaan atau berkelompok masuk ke dalam hutan atau tempat lain yang jauh dari rumah. Mereka bisa berada di sana beberapa hari dan baru pulang,” katanya.




















