Ia mengatakan, berdasarkan cerita yang disebutkan korban, beliau mengaku pada Kamis (24/9/2026) itu diajak pergi oleh 3 orang untuk berjualan nasi ke kawasan hutan perbukitan Limau Manis tempat beliau ditemukan.
“Namun pada saat warga menemukan korban, dia hanya sendirian sedang bersandar di pohon, kemungkinan bisa jadi beliau dibawa orang bunian,” ujarnya.
Selain itu, katanya, juga dipengaruhi karena usia yang sudah tua, mengalami penurunan daya ingat atau pikun, serta gangguan pendengaran.
Ia menyebut, Cik Liman diketahui tinggal di rumah bersama anak-anak dan cucunya, namun di hari kejadian itu keluarganya tidak ada yang tahu sama sekali.





















