Kabarminang – PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat atau Bank Nagari membukukan kinerja positif hingga Agustus 2026. Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp318,3 miliar, tumbuh 10,95 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Pertumbuhan laba tersebut menjadi salah satu catatan utama kinerja Bank Nagari sepanjang delapan bulan pertama 2026. Capaian tersebut juga menjadi pijakan perseroan dalam mengejar target laba hingga akhir tahun.
Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra mengatakan, kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat masih menjadi tantangan bagi pertumbuhan kredit perseroan.
“Pertumbuhan kredit masih cukup menantang di tengah beberapa kondisi permasalahan ekonomi dan belum begitu baiknya daya beli masyarakat,” ujar Gusti, dikutip Kamis (24/9/2026).
Meski menghadapi tantangan pada sisi pertumbuhan kredit, Bank Nagari tetap mempertahankan target peningkatan rentabilitas hingga akhir 2026. Perseroan telah melakukan evaluasi dan assessment terhadap Rencana Bisnis Bank (RBB) dengan mempertimbangkan kondisi eksternal dan internal.
Hasil evaluasi tersebut mendorong Bank Nagari melakukan revisi terhadap proyeksi kinerja 2026. Dalam proyeksi terbaru, laba bersih Bank Nagari diperkirakan mencapai Rp505,2 miliar hingga akhir tahun.
“Revisi RBB Bank Nagari adalah dengan proyeksi tutup tahun 2026 aset menjadi Rp33,8 triliun, kredit Rp25,9 triliun, DPK Rp26,7 triliun. Laba bersih diperkirakan mencapai Rp505,2 miliar,” jelas Gusti.
Untuk mengejar target tersebut, Bank Nagari akan mempertahankan segmen pembiayaan yang selama ini menjadi pasar utama perseroan, terutama pembiayaan bagi aparatur sipil negara (ASN), pegawai dan pensiunan. Pembiayaan tersebut antara lain mencakup pinjaman multiguna dan kredit pemilikan rumah (KPR).
Selain itu, perseroan tetap mengembangkan pembiayaan pada sektor produktif, khususnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), sekaligus meningkatkan porsi pembiayaan korporasi untuk mendukung investasi dan program strategis nasional.
Di sisi lain, bisnis syariah juga mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi. Pembiayaan syariah Bank Nagari hingga Agustus 2026 tumbuh 14,33 persen, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) syariah tumbuh 24,73 persen.
Dengan laba bersih yang telah mencapai Rp318,3 miliar hingga Agustus, Bank Nagari memproyeksikan laba perseroan dapat mencapai Rp505,2 miliar pada akhir 2026.
Artinya, fokus kinerja Bank Nagari tahun ini tidak hanya pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga mempertahankan rentabilitas di tengah kondisi pertumbuhan kredit yang masih menghadapi tantangan.




















