Ia mengaku sudah berjualan di Padang selama enam tahun. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, penjualannya mengalami penurunan. Kendati demikian, ia memilih tetap bertahan untuk memenuhi kebutuhan istri dan kedua anaknya.
“Yang namanya jualan, kadang pernah tidak laku hingga rugi. Kadang untung,” tuturnya.
Selama berjualan, Iwin mengaku merasakan berbagai pengalaman di jalanan. Ia pernah diusir Satpol PP Padang ketika berjualan di pinggir jalan hingga mengalami pemalakan oleh preman.
“Namanya juga jualan pasti ada susah senangnya. Yang penting tetap berusaha dan jangan menyerah serta terus bersyukur,” ujarnya.
Ia berharap makanan jajanan seperti Kue Pancung Katik tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman.
“Saya berharap meskipun zaman ke depannya semakin maju dan semakin maraknya makanan modern, Kue Pancung Katik akan selalu dapat dinikmati oleh masyarakat,” imbuhnya.
















