Indra mengatakan bagian belakang Gedung Bapelitbang juga tidak memiliki banyak jendela. Sebagian besar sisi belakang bangunan berupa tembok dan dalam kondisi tertutup.
Ia menjelaskan, jarak lantai bagian dalam gedung dengan ventilasi yang dimaksud sekitar 2,5 meter. Namun, dari bagian luar jaraknya hanya sekitar 1 meter karena kondisi tanah di sekitar gedung yang miring.
Gedung PUPR Alami Kerusakan Terparah
Di kompleks yang sama, kondisi berbeda terlihat pada Gedung Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Solok.
Gedung tersebut mengalami kerusakan paling parah setelah dihantam banjir bandang. Material berupa batu berukuran besar, lumpur dan kayu masih memenuhi kawasan sekitar gedung, bahkan masuk hingga ke dalam ruangan.
Sejumlah bagian bangunan terlihat jebol. Arsip berserakan dan bercampur lumpur, sementara sejumlah lemari penyimpanan berkas mengalami kerusakan.
Kerusakan juga terlihat pada jendela dan bagian loteng. Dinding gedung dipenuhi lumpur yang terbawa derasnya arus banjir.
Dua alat berat yang berada di kawasan kantor PUPR turut terdampak. Salah satunya berada di samping gedung, sedangkan alat berat lainnya di belakang gedung terlihat tertimbun batu dan lumpur.
Bagian depan Gedung Dinas PUPR juga telah dipasangi garis polisi sehingga akses menuju bangunan dibatasi.


















