Selain mengambil sampel di SPBU, Pertamina juga memeriksa kembali dokumen Certificate of Quality dari tangki timbun di depo pengisian. Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan kualitas BBM sebelum disalurkan kepada masyarakat.
Meski hasil pemeriksaan menunjukkan BBM sesuai spesifikasi, Pertamina masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab cairan yang ditemukan di kendaraan konsumen berubah warna dan tampak keruh.
Petugas lapangan juga diterjunkan ke sejumlah bengkel untuk memeriksa kondisi fisik kendaraan, termasuk mesin dan sistem pembakaran kendaraan yang dilaporkan mengalami masalah.
“Kami investigasi sampai ke bengkel-bengkel untuk mencari tahu penyebab pastinya, karena masalah kendaraan tidak selalu bersumber dari bahan bakar,” jelas Fakhri.
Pertamina, kata Fakhri, tetap menindaklanjuti setiap laporan masyarakat meski hasil pengujian sementara menunjukkan Pertalite dalam kondisi sesuai spesifikasi.
Sebelumnya, video mengenai keluhan warga terkait kondisi Pertalite beredar di media sosial. Dalam salah satu video yang dibagikan pengguna Facebook pada Senin (28/9/2026), seorang pemilik bengkel memperlihatkan cairan berwarna keruh keabu-abuan yang disebut berasal dari tangki kendaraan konsumen.
Pemilik bengkel dalam video tersebut menyebut terdapat sejumlah kendaraan yang mengalami masalah setelah mengisi Pertalite.
Keluhan serupa juga sebelumnya beredar melalui Instagram. Video yang diunggah akun travelkampus_2nr pada Sabtu (26/9/2026) memperlihatkan seorang pria menunjukkan kondisi kendaraan dan cairan yang disebut bercampur dengan material menyerupai semen.


















