Di sisi lain, Nahdlatul Ulama (NU) juga belum menetapkan tanggal pasti Idul Fitri 2026. NU menggunakan metode rukyatul hilal yang dilakukan pada 29 Ramadan, yakni 19 Maret 2026, di berbagai titik pemantauan di Indonesia.
Jika hilal terlihat, maka keesokan harinya ditetapkan sebagai 1 Syawal. Namun jika tidak terlihat, Ramadan disempurnakan menjadi 30 hari. Meski mengutamakan rukyat, NU juga menggunakan ilmu falak sebagai dasar pendukung.
Dengan Muhammadiyah menetapkan 20 Maret 2026 dan pemerintah yang masih berpotensi menetapkan 21 Maret 2026, Lebaran tahun ini berpeluang tidak dirayakan secara serentak. Kepastian akhir tetap menunggu hasil sidang isbat dan rukyatul hilal yang dilakukan menjelang akhir Ramadan.
















