Kabarminang – Kabupaten Agam menempati peringkat ke-14 dari 19 kabupaten dan kota pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat (Sumbar) XVI 2026 dengan perolehan 22 medali emas, 38 perak, dan 42 perunggu. Posisi tersebut mengulang capaian yang pernah diraih daerah itu pada 2010.
Ketua Persatuan Sepaktakraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Agam, Yerno Arsel, menilai hasil tersebut harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan olahraga di daerah. Ia juga menyoroti sejumlah hal, mulai dari perlengkapan atlet, keterlambatan pembayaran uang saku, minimnya dukungan pembinaan, hingga penggunaan anggaran Porprov.
“Kondisi atlet kita sangat miris. Mereka bertanding tanpa dilengkapi fasilitas sarana kebutuhan tanding yang memadai, bahkan tidak diberikan kostum maupun perlengkapan resmi Porprov untuk kontingen,” katanya, Sabtu (17/10/2026).
Ia melanjutkan, dana pemusatan latihan atau training center (TC) baru diberikan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Agam pada 6 Oktober 2026. Menurut dia, masa TC yang diakui hanya berlangsung selama tiga hari. Sementara itu, pembayaran uang saku atlet baru dimulai pada 14 Oktober 2026 dan belum diterima secara merata oleh seluruh cabang olahraga.
Ia menyebut, cabang olahraga di Kabupaten Agam belum menerima bantuan operasional pembinaan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Agam sepanjang 2026.
“Bagaimana pembinaan atlet bisa berjalan di tingkat daerah kalau bantuan operasional cabor tidak ada?” ujarnya.
Anggaran Rp3,4 Miliar Disorot
Selain persoalan pembinaan, Yerno mempertanyakan penggunaan anggaran Porprov Sumbar untuk atlet Agam yang disebut mencapai Rp3,4 miliar. Ia menyebut pemerintah daerah perlu memberikan penjelasan mengenai alokasi anggaran tersebut, terutama untuk kebutuhan perlengkapan pertandingan, pemusatan latihan, dan uang saku atlet.

















