Kabarminang – Seorang pria yang disebut-sebut sebagai oknum pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Padang dituding melakukan pelecehan terhadap perempuan saat terjadi kericuhan dalam aksi penyampaian aspirasi di Lapas Muaro, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (5/10/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
Dugaan tersebut mencuat setelah video dan narasi mengenai kejadian itu beredar di media sosial Facebook. Dalam unggahan akun Zakiyah Syam Fitri, seorang laki-laki berbaju hitam disebut melakukan pelecehan terhadap perempuan ketika kericuhan berlangsung.
Dalam unggahan tersebut, pria berbaju hitam yang terlihat berada di belakang seorang pria berbaju merah itu disebut diduga merupakan pegawai Lapas Kelas IIA Padang. Pengunggah juga menyatakan akan melaporkan dugaan tersebut ke Polresta Padang.
Namun, dugaan tersebut dibantah Kepala Lapas Kelas IIA Padang Ronaldo Devinci Talesa. Ia memastikan tidak ada pegawai lapas yang melakukan pelecehan sebagaimana dituding dalam unggahan tersebut.
“Tidak ada pihak pegawai lapas yang melakukan pelecehan,” kata Ronaldo kepada Sumbarkita.
Ronaldo menjelaskan, kericuhan tersebut bermula ketika sekelompok pemuda datang ke Lapas Muaro untuk menyampaikan aspirasi. Ia mengaku belum mengetahui apakah massa tersebut merupakan mahasiswa atau warga biasa.
Menurutnya, massa datang membawa aspirasi terkait dua orang yang mereka tuduh sebagai pengedar narkoba dan disebut sedang ditahan di Lapas Muaro.
“Aspirasi yang mereka sebutkan itu adanya 2 orang warga yang dituduh sebagai pengedar narkoba di tahan di Lapas Muaro, kata mereka orang yang dituduh itu berinisial RP dan AT padahal mereka itu tidak ada di lapas Muaro,” tuturnya.


















