Kabarminang – Rencana reaktivasi jaringan kereta api sepanjang 248,5 kilometer di Sumatera Barat (Sumbar) dinilai perlu lebih dari sekadar menghidupkan kembali jalur rel yang sudah lama tidak beroperasi. Aspek ketahanan terhadap bencana dan keterhubungan dengan jaringan transportasi lain perlu menjadi bagian penting dalam perencanaannya.
Praktisi Sistem Informasi Geografis (GIS) sekaligus pengamat kebencanaan dan tata ruang Sumbar, Timtim Deby Purnasebta, mengatakan reaktivasi rel harus ditempatkan sebagai bagian dari upaya membangun sistem transportasi yang memiliki jalur alternatif ketika salah satu koridor mengalami gangguan.
Menurutnya, ketergantungan masyarakat terhadap satu koridor jalan raya terlihat ketika akses Padang–Bukittinggi di kawasan Lembah Anai terganggu akibat longsor pada 24 Juni 2026. Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan pentingnya moda transportasi alternatif yang memiliki tingkat risiko berbeda.
“Peristiwa lumpuhnya akses di Lembah Anai menunjukkan bahwa kita tidak bisa bergantung pada satu moda jalan raya saja. Sumatera Barat butuh alternatif moda yang memiliki keterpisahan risiko saat bencana terjadi,” kata Timtim kepada Sumbarkita, Rabu (30/9/2026).
Timtim mengatakan keberadaan kereta api dan jalan raya seharusnya tidak diposisikan sebagai moda yang saling bersaing. Keduanya justru perlu dirancang sebagai jaringan yang saling menopang, terutama ketika terjadi bencana.
Namun, menurut dia, fungsi tersebut hanya akan efektif apabila jalur rel dan jalan raya tidak memiliki tingkat kerawanan yang sama. Jika keduanya berada di kawasan rawan bencana yang sama, gangguan dapat terjadi secara bersamaan.
“Kereta api dan jalan raya jangan ditempatkan untuk saling bersaing, melainkan saling menopang. Namun redundansi ini baru efektif bila risiko bencana antara rel dan jalan raya benar-benar terpisah,” ujarnya.
Medan Pegunungan Jadi Tantangan
Timtim menilai rencana tersebut menghadapi tantangan teknis karena sebagian jalur berada di kawasan dengan topografi pegunungan dan memiliki potensi pergerakan tanah.
















