Kabarminang — Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang menggelar tausiah, istigosah, tahlil, dan doa bersama untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Minggu (16/8/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube UIN Imam Bonjol Padang. Kegiatan itu dapat diikuti oleh keluarga besar universitas dan masyarakat secara lebih luas.
Tausiah disampaikan oleh Novizal Wendry, sementara istigosah dipimpin oleh Wakidul Kohar. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Tahlil dan doa bersama untuk keselamatan, kedamaian, dan keberkahan bangsa Indonesia.
Dalam pembukaannya, Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Martin Kustati, mengajak keluarga besar UIN Imam Bonjol Padang memaknai kemerdekaan tidak hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dengan memperkuat pengabdian, persatuan, dan kepedulian terhadap bangsa dan negara.
Menurut Martin, kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan panjang para pendahulu bangsa yang harus disyukuri dan diisi dengan kontribusi nyata. Ia menyebut bahwa di lingkungan perguruan tinggi, rasa syukur tersebut dapat diwujudkan melalui pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan pengabdian kepada masyarakat, serta membangun lingkungan kampus yang unggul dan berkarakter.
“Momentum kemerdekaan hendaknya menjadi ruang bagi kita untuk melakukan muhasabah, baik secara kebangsaan maupun spiritual. Kita perlu melihat kembali apa yang telah kita lakukan dan apa yang dapat kita kontribusikan untuk bangsa dan negara,” ujar Martin.
Martin juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman. Menurutnya, perbedaan yang ada di lingkungan kampus maupun masyarakat harus menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang harmonis dan memperkuat kontribusi bagi bangsa.
Sementara itu, dalam tausiahnya, Novizal Wendry, menekankan pentingnya iman sebagai fondasi dalam memaknai dan mengisi kemerdekaan.
Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati bangsa Indonesia saat ini tidak diperoleh dengan mudah, melainkan merupakan buah dari perjuangan dan pengorbanan para pendahulu bangsa.
Karena itu, generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan berbagai bentuk kebaikan. Menurut Novizal, perjuangan pada masa kini tidak selalu diwujudkan dalam bentuk perjuangan fisik, tetapi dapat dilakukan melalui sikap, pengabdian, dan tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Perjuangan para pendahulu telah mengantarkan kita kepada kemerdekaan yang kita rasakan hari ini. Tugas kita sebagai generasi penerus adalah menjaga apa yang telah diwariskan,” ucapnya.
Novizal juga mengajak seluruh keluarga besar UIN Imam Bonjol Padang untuk menjaga iman, keamanan, kebersihan, dan ketertiban lingkungan kampus. Menurutnya, menjaga lingkungan tempat beraktivitas merupakan bagian dari tanggung jawab bersama sekaligus cerminan nilai keimanan.
“Menjaga iman, menjaga keamanan, menjaga kebersihan, dan menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab kita bersama. Kampus ini adalah tempat kita belajar, bekerja, dan mengabdi, sehingga sudah seharusnya kita rawat dan jaga bersama,” tuturnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan istigosah yang dipimpin oleh Wakidul Kohar. Semua peserta mengikuti zikir dan doa secara khidmat sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon keselamatan, kedamaian, serta keberkahan bagi bangsa Indonesia dan seluruh keluarga besar UIN Imam Bonjol Padang.
Melalui kegiatan tersebut, UIN Imam Bonjol Padang menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai ruang untuk memperkuat rasa syukur, keimanan, persatuan, dan tanggung jawab bersama. Semangat kemerdekaan diharapkan tidak berhenti pada peringatan, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui pengabdian, kepedulian, serta komitmen menjaga lingkungan kampus.
Dengan semangat tersebut, UIN Imam Bonjol Padang terus berupaya membangun lingkungan akademik yang unggul, berkarakter, inklusif, berbudaya, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
















