Kabarminang – Wali Kota Padang Fadly Amran menjadikan tradisi Selaju Sampan sebagai salah satu atraksi utama dalam rangkaian Padang Experience. Kegiatan yang digelar di Batang Palinggam, Kota Padang, Jumat (7/8/2026), itu diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memperkenalkan budaya lokal.
Dalam sambutannya, Fadly mengatakan Padang Experience dirancang dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang memadukan unsur budaya, seni, dan gastronomi. Salah satu agenda yang menjadi perhatian ialah perlombaan Selaju Sampan Tradisional di kawasan Batang Arau dan Palinggam.
Fadly bahkan mengajak para tamu undangan, termasuk wisatawan dan tamu dari luar negeri, untuk menyaksikan langsung perlombaan tersebut.

“Enjoy the traditional race. We call it Selaju Sampan. While they are racing, there will be folk song, local song. You can see as well the band is around there. So please enjoy,” kata Fadly.
Menurutnya, penyelenggaraan Padang Experience merupakan salah satu strategi Pemerintah Kota Padang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.
“Kita menginginkan banyaknya datang masyarakat dari luar, dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Fadly menilai meningkatnya kunjungan wisata juga dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat. Terlebih, sejumlah bencana yang terjadi dalam setahun terakhir turut memengaruhi aktivitas dan kehidupan ekonomi warga.

“Kita tahu bahwasannya terjadi beberapa kali bencana dalam satu tahun terakhir. Banyak masyarakat kita yang kesulitan. Dengan kegiatan hari ini kita bisa melihat masyarakat lokal, masyarakat Palinggam, Batang Arau, dan juga Bukit Gado-Gado semuanya berkumpul di sini,” katanya.
Ia menegaskan, penyelenggaraan Padang Experience tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga masyarakat sekitar. Keterlibatan warga dinilai penting agar manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“All of this organizers are not by the city, it’s from the people around here. Jadi panitianya itu berasal dari masyarakat sekitar. Kita ingin mereka yang tumbuh berkembang,” ujarnya.

Selain mengangkat budaya lokal melalui Selaju Sampan, Fadly juga berharap Kota Padang semakin dikenal di tingkat internasional sebagai destinasi wisata gastronomi.
“Mudah-mudahan Kota Padang bisa menjadi kota global, menjadi kota gastronomi by UNESCO,” tuturnya.
Diikuti 13 Tim Junior
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Selaju Sampan Tradisional, Mega Nanda, mengatakan pelaksanaan tahun ini dikembangkan menjadi dua kategori, yakni Kelompok Umur (KU) Junior 18 Tahun dan kategori Open Kota Padang.

Babak penyisihan hingga final KU Junior 18 Tahun telah berlangsung pada 6–7 Agustus 2026. Jumlah peserta bahkan melampaui target awal. Panitia menargetkan 10 tim, tetapi sebanyak 13 tim mendaftarkan diri.
“Target kami 10 tim untuk KU Junior 18, ternyata yang mendaftar 13 tim. Dan itulah cikal bakal untuk melestarikan dayung tradisional itu dari anak-anak muda kita. Mudah-mudahan dari KU Junior 18 ini, dayung tradisional Kota Padang ini tetap berjalan, berkembang, dan bertahan untuk kita semua.”
Menurut Mega, kategori KU Junior 18 Tahun menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda sekaligus menjaga keberlangsungan olahraga dayung tradisional Minangkabau di Kota Padang.

Pada babak final, Putra PDP Faliha Junior keluar sebagai juara pertama, disusul Redis Junior sebagai juara kedua, PDP Faliha Junior di posisi ketiga, dan Redis Junior di peringkat keempat.
Para pemenang mendapatkan piala dari Anggota DPRD Kota Padang Ersmiarti serta dana pembinaan atau tabanas. Juara pertama memperoleh Rp4 juta, juara kedua Rp3 juta, juara ketiga Rp2 juta, dan peringkat keempat Rp1 juta.
Mega juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Padang, Wali Kota, Wakil Wali Kota, serta jajaran kepala OPD yang dinilai memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Selaju Sampan Tradisional.

Menurutnya, koordinasi antarinstansi semakin intens, salah satunya terlihat dari rutinnya kepala organisasi perangkat daerah (OPD) meninjau lokasi pertandingan untuk memastikan kegiatan berjalan lancar dan kebutuhan panitia di lapangan dapat diakomodasi.
Dalam momentum Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Mega mengajak masyarakat ikut menjaga adat dan budaya Minangkabau.
“Selamat Ulang Tahun Kota Padang yang ke-357. Mari bersama kita bangun Kota Padang, mari bersama kita melangkah untuk kemajuan Kota Padang. Ketika kita berada di Kota Padang atau berada di bumi Minangkabau, kita tetap memegang teguh namanya adat, budaya, serta agama.”
Ia juga mengajak masyarakat menyaksikan langsung lanjutan perlombaan Selaju Sampan yang masih berlangsung hingga 8–9 Agustus 2026.

“Kepada warga Kota Padang, Insya Allah pertandingan kita masih ada 8-9 Agustus. Sesuai dengan kebiasaan tradisional: tamba ka ujuang tamba ramai, tamba ka ujuang tamba sangik. Mari hadiri, saksikan, serta ramaikan Selaju Sampan Tradisional dalam rangka HJK Kota Padang ke-357.”
Penyelenggaraan Selaju Sampan Tradisional tersebut menjadi salah satu rangkaian HJK Kota Padang ke-357 sekaligus ruang bagi masyarakat untuk melestarikan olahraga tradisional dan memperkenalkan kekayaan budaya Minangkabau kepada wisatawan.















