Pemerintah Kecamatan Kuranji masih melakukan pendataan terhadap warga terdampak. Pendataan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan bantuan bagi sekitar 450 warga yang tersebar di Kelurahan Kuranji, Gunung Sarik, dan Kalumbuk.
Sementara itu, Mayar (58), warga Lapau Munggu, mengatakan kebutuhan paling mendesak bagi warga yang mengungsi saat ini adalah makanan. Ia bersama puluhan warga lainnya mengungsi di Mushala Jabal Nur karena rumah mereka masih terendam banjir hingga Senin malam.
“Banjir kali ini lebih parah dibandingkan galodo yang terjadi pada akhir November 2025,” ujarnya saat ditemui Sumbarkita di Mushala Jabar Nur.
Mayar mengatakan hampir seluruh perabotan rumah tangganya terendam setelah air masuk dengan cepat ke dalam rumah.
“Saat ini lumpur yang ada di dalam rumah belum dibersihkan, dan juga belum bisa ditempati untuk istirahat,” tuturnya.
Ia berharap bantuan yang diberikan tidak hanya berupa makanan, tetapi juga mencakup kebutuhan dasar pengungsi seperti selimut, pakaian, obat-obatan, dan perlengkapan bayi.
















