Dari total 306 orang yang dievakuasi, sebanyak 136 merupakan warga negara asing (WNA), 158 warga negara Indonesia (WNI), dan 12 orang anak buah kapal (ABK).
Kantor SAR Padang memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
Setelah seluruh penumpang berhasil dievakuasi, petugas melakukan debriefing pada pukul 21.50 WIB. Unsur-unsur yang terlibat selanjutnya kembali ke kesatuan masing-masing dan operasi SAR diusulkan ditutup.
Dalam operasi tersebut, Kantor SAR Padang mengerahkan sejumlah peralatan, antara lain RIB 02, rescue car, LCR dan mopel, peralatan medis, peralatan evakuasi, peralatan komunikasi, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Sebanyak 36 personel Kantor SAR Padang terlibat dalam operasi tersebut. Selain itu, terdapat 20 personel Polairud, 50 personel Brimob, 20 personel Koderal 2, 10 personel BPBD Padang, 15 personel Satrol, lima personel PMI, serta 100 orang dari unsur masyarakat.
Saat proses evakuasi berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan hujan sedang. Kecepatan angin sekitar tujuh knot dari arah barat dengan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga satu meter.
Sebelumnya, informasi mengenai kapal Mentawai Fast yang kandas di kawasan Pintu Muaro Padang juga beredar di media sosial. Dalam unggahan akun Instagram timopramulya, terlihat sejumlah penumpang berada di dalam kapal yang tidak dapat melanjutkan perjalanan.
















